Sakit Kepala dan Diabetes

SehatFresh.com – Diabetes mengganggu kemampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan insulin, yang mengatur kadar glukosa darah dan menghasilkan energi. Pada diabetes tipe I, pankreas tidak memproduksi insulin. Tanpa insulin, terlalu banyak gula yang tersisa dalam darah akan menjadi racun. Ini menyebabkan kelelahan, neuropati, sakit kepala, kebutaan dan bahkan kematian jika tidak ditangani secara tepat. Pada diabetes tipe II, adalah perkembangan penyakit disebabkan oleh resistensi insulin dalam arti insulinnya cukup tetapi tidak bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah.

Gejala umum glukosa darah tinggi atau rendah adalah sakit kepala. Sementara sakit kepala sendiri tidak berbahaya, mereka sering merupakan tanda bahwa gula darah pada tingkat tidak normal. Sakit kepala karena diabetes cenderung terjadi dengan tingkat keparahan sedang hingga berat dan juga terjadi dalam frekuensi sering.

  • Sakit kepala terkait hiperglikemia
    Hiperglikemia terjadi ketika terlalu banyak glukosa beredar dalam darah. Ini bisa terjadi karena kurangnya produksi insulin di pankreas atau resistensi sel terhadap insulin. Hiperglikemia merupakan ciri khas kedua jenis diabetes. Menurut Mayo Clinic, sakit kepala merupakan gejala awal dari hiperglikemia yang juga kerap disertai gejala lain seperti penglihatan kabur, kelelahan dan kebingungan. Jika tidak dilakukan terapi insulin, hiperglikemia dapat menyebabkan penumpukan produk limbah dalam darah dan urin (keton), yang bisa berujung koma dan kematian.
  • Sakit kepala terkait hipoglikemia
    Hipoglikemia terjadi ketika terlalu sedikit glukosa dalam darah atau masuk ke sel, di mana tubuh menggunakannya untuk energi. Pada penderita diabetes, hipoglikemia dapat terjadi jika salah mengelola terapi insulin dan mengambil terlalu banyak insulin. Hipoglikemia adalah kondisi serius karena glukosa adalah sumber utama energi untuk fungsi otak. Menurut American Heart Association, sakit kepala merupakan tanda awal hipoglikemia. Gejala lain yang kerap menyertainya termasuk penglihatan kabur, berkeringat, tremor dan kebingungan.
  • Sakit kepala terkait glaukoma
    Menurut buku “Professional Guide to Diseases”, para penderita diabetes terutama tipe II, lebih rentan untuk mengembangkan glaukoma. Dalam glaukoma, saraf optik menjadi rusak dan ini mengarah pada kebutaan yang sifatnya ireversibel (tidak dapat dipulihkan). Glaukoma sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan di dalam mata, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada mata dan sakit kepala. Sakit kepala terkait glaukoma seringkali disertai rasa nyeri yang tajam di atas dan di belakang mata, penglihatan kabur atau tiba-tiba kehilangan penglihatan, serta mual dan muntah.
  • Sakit kepala terkait neuropati
    Diabetes juga menyebabkan neuropati, yaitu cedera dan iritasi saraf. Ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa dalam darah. Otak mengandung banyak neuron, termasuk saraf kranial yang lebih besar, yang bisa terpengaruh neuropati sebagai salah satu komplikasi diabetes. Salah satu kasus tahun 2003 yang dipublikasikan dalam “Journal of Royal Society of Medicine”, menggambarkan bahwa neuropati terkait diabetes menyebabkan sakit kepala parah yang bisa melumpuhkan, tetapi dokter terkadang salah mendiagnosanya sebagai migrain.

Diabetes bukan satu-satunya penyebab sakit kepala. Jika Anda memiliki diabetes, kemungkinan untuk mengalami sakit kepala mungkin lebih besar daripada yang tidak memiliki kondisi tersebut. Hal ini terutama terjadi jika kondisi diabetes tidak terkendali. Dengan menjaga kadar glukosa darah tetap di bawah kendali, maka Anda juga mengontrol kondisi kesehatan Anda. Meski Anda telah menerapkan manajemen diabetes dengan baik, sakit kepala yang menetap harus segera ditangani oleh dokter.

Sumber gambar : mencegahpenyakit.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY