Sakit Kepala Sebelah (Migren)

Sakit kepala sebelah atau migren dapat menyebabkan denyutan kepala yang intens di satu daerah kepala dan umumnya disertai mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara. Serangan migrain dapat menyebabkan nyeri yang signifikan selama berjam-jam hingga berhari-hari sehingga yang Anda inginkan hanyalah menemukan tempat yang gelap dan tenang untuk berbaring. Beberapa migrain diawali dan disertai dengan gejala peringatan sensorik (aura) seperti kilatan cahaya, bintik-bintik buta, atau kesemutan di lengan atau kaki.

Obat dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain. Jika obat tersebut tidak memberikan efek berarti, maka pergilah ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut. Obat-obatan yang tepat dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup dapat membantu menyembuhkan sakit kepala migrain Anda.

Gejala

Sakit kepala migrain sering dimulai pada masa kanak-kanak, remaja atau awal masa dewasa. Migrain dapat berlanjut melalui empat tahap yaitu, prodrome, aura, sakit kepala dan postdrome, meskipun Anda mungkin tidak mengalami semua tahapan.

  • Prodrome
    Satu atau dua hari sebelum migren, Anda mungkin akan melihat sedikit perubahan yang menandakan gejala migrain, seperti sembelit, depresi, mengidam makanan, hiperaktif, mudah marah, leher kaku, dan sering menguap.
  • Aura
    Aura mungkin terjadi sebelum atau pada saat migrain menyerang. Aura adalah gejala sistem saraf yang biasanya gangguan visual, seperti kilatan cahaya. Kadang-kadang aura juga dapat menyebabkan gangguan sensorik, pergerakan, dan ucapan (verbal). Banyak orang mengalami migrain tanpa aura. Masing-masing gejala biasanya dimulai berangsur-angsur, menumpuk selama beberapa menit, dan kemudian biasanya berlangsung selama 20 sampai 60 menit.  Dalam beberapa kasus tertentu, aura dapat berhubungan dengan kelemahan anggota gerak (hemiplegia migrain). Contoh dari Aura antara lain :

    • Visual phenomena, seperti melihatberbagai bentuk, titik terangataukilatan cahaya.
    • Kehilangan penglihatan
    • Kesemutan di tangan dan kaki
    • Gangguan bicara (aphasia)
  • Sakit kepala
    Bila tidak diobati, migrain biasanya berlangsung dari empat sampai 72 jam, tapi frekuensi ini berbeda pada setiap orangnya. Anda mungkin mengalami migrain beberapa kali dalam sebulan, selama migrain Anda mungkin mengalami gejala berikut:

    • Nyeripada satu sisi ataukedua sisi kepalaAnda
    • Nyeri dengan denyutan yang intens
    • Sensitive terhadap cahaya, suara dan bau
    • Mual dan muntah
    • Penglihatan kabur
    • Sakit kepala ringan, kadang-kadang diikuti denganpingsan
  • Postdrome
    Tahapan akhir dikenal dengan postdrome yang terjadi setelah serangan migrain. Karakteristik dari postdrome adalah kepala, leher dan perut seperti terasa empuk. Rasa lemah dan keletihan juga umum terjadi pada fase ini.

 

Kapan Anda harus pergi ke dokter?

Sakit kepala migrain sering tidak terdiagnosa dan terobati. Jika Anda sering mengalami gejala migrain, maka catatlah apa yang Anda alami, dan bicaralah pada dokter Anda. Bahkan jika Anda memiliki riwayat sakit kepala, segeralah pergi ke dokter jika sakit kepala Anda terasa tidak seperti biasanya. Segera pergi ke dokter atau ke unit gawat darurat jika Anda mengalami gejala-gejala yang mungkin mengindikasi pada masalah yang lebih serius.

  • Kepala terasa berat secara tiba-tiba
  • Sakit kepala yang disertai demam, leher kaku, kebingungan mental, kejang, penglihatan ganda,lemas, mati rasa ataukesulitan bicara.
  • Sakit kepala karena luka di kepala, yang lebih parah setelah batuk, beraktivitas berat dan gerakan mendadak.
  • Sakit kepala yang baru, jika Anda berusia lebih dari 50 tahun.

Penyebab

Meskipun banyak penyebab migrain yang tidak diketahui, faktor keturunan dan lingkungan adalah faktor yang paling umum. Migrain bisa disebabkan perubahan di batang otak dan interaksi dengan saraf trigeminal. Ketidakseimbangan zat kimia otak juga bisa menjadi salah satu penyebab migrain. Para peneliti juga masih terus mempelajari peran serotonin dalam migrain. Tingkat serotonin akan menurun selama migrain. Hal ini menyebabkan system trigeminal melepaskan zat yang disebut neuropeptida yang menjalar ke lapisan luar otak Anda (meninges). Oleh sebab itu sakit kepala terjadi.

Pemicu migrain

  • Perubahan hormon pada wanita : Peningkatan estrogen tampaknya menjadi pemicu utama migrain yang terjadi pada wanita. Wanita dengan riwayat migrain sering merasakan sakit kepala tiba-tiba sebelum atau selama migrain, ketika estrogen menurun. Selain itu, migrain cenderung terjadi pada masa kehamilan dan menopause. Obat hormonal, seperti pil KB dan terapi penggantian hormon, juga dapat memperburuk migrain.
  • Makanan: Keju, makanan asin dan makanan olahan dapat menjadi pemicu migrain. Telat makan dan puasa juga dapat memicu migrain.
  • Zat aditif makanan: Pemanisaspartamdanmonosodium glutamate yang ditemukan dalam banyak makanan dapat memicu migrain.
  • Minuman: Alcohol, khususnya wine dan minuman tinggi cafein dapat memicu migrain.
  • Tekanan: Tekanan di tempat kerja atau rumah dapat menyebabkan migrain.
  • Rangsangan sensorik: Lampu yang terang dan silau matahari dapat memicu migrain, begitu juga dengan suara yang keras. Pada orang tertentu, bau-bau yang tidak biasa seperti bau parfum, cat, dan asap rokok juga dapat memicu migrain.
  • Perubahan pola tidur: Kurang tidur atau terlalu banyak tidur juga dapat memicu migrain dan efek jet lag pada beberapa orang.
  • Faktor fisik: Aktivitas fisik yang intens termasuk aktivitas seksual dapat memicu migrain.
  • Perubahan lingkungan: Perubahan cuaca dan tekanan barometric dapat menjadi penyebab migrain.
  • Obat-obatan: Pil KBdanvasodilator, seperti nitrogliserin, dapat memperparahmigrain.

Faktor resiko

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat Anda rentan terkena migrain :

  • Riwayat keluaraga: Hampir 90% orang yang terkena migrain memiliki riwayat keluarga yang terkena migrain juga. Jika orang tua Anda memiliki migrain, maka Anda juga kemungkinan akan terkena migrain juga.
  • Usia: Migrain dapat menyerang pada usia berapapun, meskipun sebagian orang mengalaminya pada usia remaja. Pada usia 40 tahun, kebanyakan orang mulai mengalami gejala migrain.
  • Jenis kelamin: Wanita tiga kali lebih sering terkena migrain. Sakit kepala cenderung menyerang anak laki-laki pada masa kanak-kanak, tapi pada saat masa pubertas, perempuan lebih sering terkena migrain.
  • Perubahan hormon : Jika Anda wanita yang memiliki migrain, Anda mungkin akan mengalami migrain sebelum atau sesudah menstruasi. Perubahan hormon juga terjadi pada masa kehamilan dan menopause. Wanita yang sudah menopause biasanya rentan terkena migrain.

Komplikasi

  • Masalah perut : Penghilang rasa sakittertentu yang disebutobat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen(Advil, MotrinIB, dll), dapat menyebabkan nyeri perut, perdarahan, bisuldan komplikasi lain, terutama jikadikonsumsi dalam dosistinggi atauuntukjangka waktu yang panjang.
  • Sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan : Jika Anda mengkonsumsi obat sakit kepala lebih dari 10 hari dalam sebulanselama tiga bulan, ataudalam dosis tinggi, kemungkinan Anda mengalami komplikasi serius yang dikenal dengan medication-overuse headaches.
  • Serotonin syndrome: Yaitu kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang terjadi ketika Anda memiliki terlalu banyak serotonin (bahan kimiayang ditemukan dalamsistem saraf). Hal ini dapat terjadi jika Anda mengkonsumsi obat migrain yang disebut triptans (sumatriptan (Imitrex) atau zolmitriptan (Zomig)) dan antidepresanyang dikenal sebagaiselective serotonin reuptake inhibitor(SSRI ) seperti sertraline (Zoloft), fluoxetine (Sarafem, Prozac) dan paroxetine (Paxil) atauserotonindannorepinefrinreuptake inhibitor(SNRIs) seperti duloxetine (Cymbalta) dan venlafaxine (Effexor XR). Obat-obat tersebut secara alami meningkatkan kadarserotonin. Jika dikombinasikan, obat-obatan tersebut menyebabkantingkatserotoninmeningkatdisistem

Beberapa orang juga mengalami komplikasi lain seperti :

  • Migrain kronis : JikamigrainAndaberlangsung selama15hari atau lebihper bulan selama lebih dari tiga bulan, maka Andamemilikimigrainkronis.
  • Statusmigrainosus. Orang dengankomplikasi inimengalamiserangan migrainyangberlangsung selamalebih daritiga hari.
  • AuraPersistenttanpainfarksi: Biasanya aura hilang sesudah migrain. Namun dalam beberapa kasus ada orang yang terkena aura selamalebih darisatu minggu setelah Aura yang berkepanjangan dapat menyebabkan gejala yang mirip pendarahan di otak (stroke).
  • Infarksi migrain: beberapa orang yang mengalami migrain dengan aura mungkin akan mengalami gejala aura yangberlangsung lebih darisatu jam. Hal ini bisa menjadi tanda pendarahan di otak (stroke). Jika gejala aura Anda berlangsung lebih dari satu jam, maka segeralah pergi ke dokter untuk melakukan tesneuroimaginguntuk menentukan apakahAnda memilikiperdarahan di otak atau tidak.

Apa yang harus Anda katakan ketika bertemu dokter?

Untuk mengobati sakit kepala Anda, alangkah baiknya Anda pergi ke dokter yang terlatih dalam mengevaluasi dan mengobati sakit kepala Anda (ahli saraf). Selain itu, Anda juga perlu melakukan persiapan sebelum Anda bertemu dengan dokter tersebut. Berikut ada beberapa informasi yang mungkin dapat membantu Anda ketika Anda bertemu dengan dokter tersebut, dan apa saja yang Anda harapkan dari dokter tersebut.

Apa yang bisa Anda lakukan?

  • Tulislah semua gejala yang Anda alami
  • Tulis informasi pribadi Anda, termasuk tekanan apa saja yang Anda alami baru-baru ini.
  • Buatlah daftar obat, vitamin, atau suplemen yang sedang Anda konsumsi saat ini.
  • Bawalah seorang teman atau keluarga untuk menemani Anda.

Tulislah pertanyaan yang ingin Anda tanyakan pada dokter. Contoh :

  • Apa yang menjadi pemicu migrain saya?
  • Apakah adakemungkinan penyebab lainuntuk gejalasaya?
  • Tes apa saja yang saya perlukan?
  • Apakah kondisi saya saat ini bersifat sementara atau kronis?
  • Apakah tindakan terbaik untuk saya saat ini?
  • Apakah ada alternatif lain yang Anda sarankan?
  • Apaperubahangaya hidup ataupola makan yang Anda sarankan untuk saya?
  • Apa yang diharapkan dari dokter yang menangani Anda?

Dokter Anda mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan, maka bersiaplah untuk menjawab pertanyaan dokter Anda. Dokter Anda mungkin akan menanyakan :

  • Kapan Anda mulai mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Apakah gejala tersebut berkelanjutan atau hanya sesaat saja?
  • Seberapa parah adalahgejalaAnda?
  • Hal apa yang dapat membantu meringankan gejala yang Anda alami?
  • Hal apa yang dapat memperparah gejala yang Anda alami?
  • Apakah ada orangdalam keluarga Anda yang mengalamimigrain?

Apa yang dapat Anda lakukan sementara waktu

  • Buat catatan: buku catatan dapat membantu Anda dan dokter Anda mengetahui apa yang menjadi penyebab migrain yang Anda alami. Catatlah kapan Anda mulai merasa sakit, dan berapa lama sakit tersebut berlangsung. Pastikan Anda juga mencatat respons Anda terhadap obat sakit kepala yang Anda Perhatikan juga makanan yang Anda makan dalam 24 jam sebelum migrain, segala tekanan yang Anda rasakan dan apa yang Anda lakukan ketika sakit kepala menyerang.
  • Kurangi stress: Stress dapat menjadi pemicu utama migrain bagi sebagian orang, maka cobalah untuk menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan stress atau mulailah melakukan meditasi.
  • Tidur yang cukup : Aturlah jadwal tidur Anda, agar tidur Anda cukup dan teratur.

Tes dan diagnosa

Jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat migrain, maka dokter akan mendiagnosa kondisi Anda berdasarkan riwayat medis, peninjauan gejala yang dialami dan pemeriksaan fisik dan neurologis. Dokter mungkin akan menganjurkan beberapa tes untuk mengetahui kondisi Anda sesungguhnya.

  • Tes darah : Tes ini bertujuan untuk memeriksa masalah pembuluh darah, infeksi pada sumsum tulang belakang atau otak dan racun dalam sistem Anda.
  • Computerized Tomography (CT) scan : CT scan menggunakan serangkaian sinar-X untuk membuat gambar penampang otak Anda secara rinci. Tes ini membantu dokter untuk mendiagnosa tumor, infeksi, kerusakan otak, perdarahan di otak dan masalah medis lainnya yang mungkin yang dapat menjadi penyebab sakit kepala Anda.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) : MRI menggunakan tenaga magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran rinci dari otak dan pembuluh darah Anda. Tes ini dilakukan untuk mendiagnosa tumor, stroke, pendarahan di otak, infeksi dan kondisi sistem saraf lainnya.
  • Spinal tap (lumbar puncture) : Jika dokter menduga Anda mengalami pendarahan di otak, mungkin Anda akan dianjurkan untuk melakukan spinal tap (lumbar puncture). Dalam prosedur ini, jarum tipis dimasukkan antara dua vertebra di punggung bawah Anda untuk mengambil sampel cairan serebrospinal untuk analisis laboratorium.

Perawatan dan pengobatan

Migrain tidak dapat disembuhkan, tapi dokter dapat membantu Anda menangani kondisi Anda. Berbagai pengobatan telah dikembangkan untuk mengobati migrain. Selain itu, beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengobati kondisi lain juga dapat membantu meringankan atau mencegah migrain.

Obat penghilang rasa sakit

Juga dikenal sebagai pengobatan akut atau abortif, jenis obat-obatan yang dipakai untuk menghentikan gejala yang telah dialami pasien. Aspirin, atau obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAIDs) seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dll), dapat membantu meringankan migrain ringan. Selain itu, acetaminophen (Tylenol, others), juga dapat membantu meringankan migrain ringan pada beberapa orang tertentu.

  • Triptans: obat ini bekerja dengan mendorong penyempitan pembuluh darah menghambat jalur nyeri di otak. Obat-obatan yang termasuk triptans adalah sumatriptan (Imitrex), rizatriptan (Maxalt), almotriptan (Axert), naratriptan (Amerge), zolmitriptan (Zomig), frovatriptan (Frova) dan eletriptan (Relpax). Selain dalam bentuk tablet, beberapa triptans juga tersedia dalam bentuk nasal spray dan suntikan. Efek samping dari triptans adalah mual, pusing, mengantuk dan lemah otot. Obat ini tidak dianjurkan untuk orang-orang yang beresiko stroke dan serangan jantung. Satu tablet kombinasi dari sumatriptan dan natrium naproxen (Treximet) telah terbukti lebih efektif meringankan migrain.
  • Ergot: kombinasi ergotamine dan cafein (Migergot, Cafergot) kurang efektif daripada triptans. Ergots bekerja efektif pada penderita yang mengalami migrain lebih dari 48 jam. Ergotamine dapat menyebabkan mual dan muntah yang parah yang berhubungan dengan migrain Anda dan efek samping lainnya, dan juga dapat menyebabkan sakit kepala akibat konsumsi obat berlebih. Dihydroergotamine (DHE 45, Migranal) merupakan turunan ergot yang lebih efektif dan memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada ergotamine. Obat ini tersedia dalam bentuk injeksi dan nasal spray. Obat ini dapat menyebabkan efek samping yang lebih sedikit daripada ergotamine dan tidak terlalu mengakibatkan sakit kepala karena obat berlebihan
  • Obat anti-mual: Obat yang sering diberikan adalah klorpromazin, metoclopramide (Reglan) atau proklorperazin (Compro).
  • Obat-obatan opioid: Obat-obatan opioid yang mengandung narkotika, khususnya kodein, kadang-kadang digunakan untuk mengobati migrain sakit bagi orang yang tidak diperbolehkan memakai triptans atau ergot. Obat yang mengandung narkotika biasanya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir.
  • Glukokortikoid (prednison, deksametason): Suatu glukokortikoid dapat digunakan dengan obat lain untuk menghilangkan rasa sakit. Karena risiko toksisitas steroid, glukokortikoid tidak boleh digunakan terlalu sering.

Obat-obatan preventif (pencegahan)

Obat-obatan preventif dapat mengurangi frekuensi, keparahan, lamanya migrain dan dapat meningkatkan efektivitas obat-obatan yang digunakan selama serangan migrain. Dalam kebanyakan kasus, obat-obatan preventif tidak dapat menghentikan sakit kepala secara keseluruhan. Jika Anda merasakan hasil yang positif dari obat-obatan preventif dan migrain Anda terkontrol dengan baik, dokter mungkin akan merekomendasikan penghentian obat untuk melihat apakah migrain Anda kambuh lagi tanpa meminum obat-obatan preventif.

Untuk mencegah atau mengurangi frekuensi migrain Anda, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan seperti :

  • Obat kardiovascular

Beta blockers, yang biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan penyakit arteri koroner, dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain. Beta blockers propranolol (Inderal La, Innopran XL), metoprolol tartrate (Lopressor) dan timolol (Betimol) telah terbukti efektif mencegah migrain. Beta blokers lain kadang-kadang juga digunakan untuk pengobatan migrain. Anda mungkin tidak menyadarinya perbaikan dalam gejala selama beberapa minggu setelah minum obat ini. Jika Anda berusia lebih dari 60 tahun dan suka merokok, atau memiliki kelainan jantung atau pembuluh darah, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk memakai obat lain bukan beta blockers.

Kelas lain dari obat kardiovaskular (calcium channel blockers) digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan menjaga pembuluh darah dari menjadi sempit atau lebar. Selain itu, obat ini juga dapat membantu mencegah migrain dan gejala migrain. Verapamil (Calan, Verelan) adalah calcium channel blocker yang dapat membantu Anda mencegah migrain. Selain itu, angiotensin-converting enzyme inhibitor lisinopril (Zestril) mungkin berguna dalam mengurangi lama dan tingkat keparahan migrain. Para peneliti sendiri masih belum mengetahui persis mengapa obat kardiovaskular dapat digunakan untuk mencegah serangan migrain.

  • Antidepressant

Antidepressant tertentu dapat membantu mencegah berbagai jenis sakit kepala termasuk migrain. Tricyclic antidepressant dapat mengurangi frekuensi sakit kepala migrain dengan mempengaruhi tingkat serotonin dan bahan kimia otak lainnya. Amitriptyline adalah satu-satunya tricyclic antidepressant terbukti efektif mencegah sakit kepala migrain. Tricyclic antidepressant kadang-kadang digunakan karena mungkin obat tersebut memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan amitriptyline. Antidepressant dapat menimbulkan efek samping mulut kering, sembelit, penambahan berat badan dan efek samping lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa satu serotonin dan norepinefrin reuptake inhibitor, venlafaxine (Effexor XR), dapat membantu mencegah migrain.

  • Obat anti-sembelit

Beberapa obat anti-sembelit seperti valproate sodium (Depacon) dan topiramate (Topamax)dapat mengurangi frekuensi migrain. Dalam dosis tinggi, obat-obat anti-sembelit dapat menyebabkan efek samping. Valproate sodium dapat menyebabkan mual, tremor, berat badan, rambut rontok dan pusing. Produk valproate tidak boleh dipakai oleh wanita hamil untuk pencegahan sakit kepala migrain. Topiramate dapat menyebabkan diare, mual, penurunan berat badan, kesulitan memori dan gangguan konsentrasi.

  • OnabotulinumtoxinA (Botox)

OnabotulinumtoxinA (Botox) telah terbukti membantu mengobati sakit kepala migrain kronis pada orang dewasa. Suntikan dibuat di otot-otot dahi dan leher. Jika efektif, pengobatan biasanya perlu diulang setiap 12 minggu.

  • Penghilang rasa sakit

Memakai obat anti-inflamasi nonsteroid, terutama naproxen (Naprosyn), dapat membantu mencegah migrain dan mengurangi gejala.

Gaya hidup dan pengobatan di rumah

  • Lakukan latihan relaksasi otot : Relaksasi seperti relaksasi otot, meditasi atau yoga dapat membantu meringankan sakit karena migrain.
  • Tidur yang cukup, tapi jangan berlebihan : Pastikan Anda tidur dengan cukup dan teratur setiap malam, tapi tidak berlebihan.
  • Beristirahat dan relaks : Jika memungkinkan, beristirahatlah di ruang yang gelap dan tenang jika sakit kepala datang. Tempatkankantong esyang dibungkus dengan kaindi bagian belakangleher Andadan tekan secara lembut ke bagian yang terasa sakit.
  • Buat catatan harian : Buatlah catatan harian sakit kepala Anda bahkan setelah Anda berobat ke dokter. Ini akan membantuAndamempelajari lebih lanjut tentangapa yang memicumigrainAndadanapa pengobatan yangpaling efektif.

Pengobatan alternatif

Terapi non-tradisional dapat membantu jika Anda memiliki sakit migrain kronis:

  • Akupunktur: Dalam pengobatan ini, seorang praktisi akan menyisipkan banyak jarum tipis pada beberapa area kulit di titik-titik yang telah ditentukan. Uji klinistelah menemukan bahwaakupunkturdapat membantu mengobatisakit kepala.
  • Biofeedback: Biofeedbacktampaknya efektifdalam mengurangi nyerimigrain. Teknikrelaksasiini menggunakanperalatan khususuntuk mengajarkanAnda bagaimanamemantau dan mengendalikanrespon fisiktertentu yang berkaitan denganstres, sepertiketegangan otot.
  • Terapi pijat: Terapi pijatdapat membantumengurangi frekuensimigrain. Para penelititerus mempelajariefektivitasterapi pijatdalam mencegahmigrain.
  • Terapi perilaku kognitif: Terapi perilaku kognitifdapatbermanfaat bagibeberapa orang yang bermasalah dengan migrain.
  • Herbal,vitamin dan mineral: Ada beberapa buktibahwaramuanButterburdapat mencegahatau mengurangikeparahanRamuan lain, feverfew, dapat membantu mencegahmigrain, tetapihasilnya berbeda-beda pada setiap orang. Riboflavin (vitamin B-2) juga dapat mencegah dan mengurangi frekuensi migrain. Suplemen Coenzyme Q10 dapat menurunkan frekuensi migrain, tapi obat ini hanya memberikan sedikit efek bagi para penderita migrain parah. Orang yang mengalami migrain biasanya memiliki kadar magnesium yang rendah, maka dari itu, suplemen magnesium juga dapat digunakanuntuk mengobati migrain, tapi dengan hasil yang beragam.

Tanyalah dokter Anda mengenai pengobatan mana yang cocok untuk Anda. Jangan gunakan feverfew, riboflavin atau butterbur jika Anda sedang hamil atau tanpa anjuran dari dokter.

Apa saja yang dapat dilakukan sebagai pencegahan?

Entah Anda memakai obat preventif atau tidak, Anda akan merasakan dari perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi jumlah dan tingkat keparahan migrain. Saran-saran di bawah ini mungkin dapat membantu Anda :

  • Hindari pemicu migrain : Hindarilah makanan dan bau yang dapat memicu migrain. Dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengurangi cafein, alcohol dan rokok.
  • Olahraga secara teratur : Latihan aerobik atau latihan olahraga lain seperti jalan kaki, berenang dan bersepeda yang teratur dapat mengurangi ketegangan dan membantu mencegah migrain. Lakukan pemanasan perlahan-lahan, karena jika tiba-tiba, latihan intens dapat menyebabkan sakit kepala. Obesitas juga diduga menjadi salah satu faktor penyebab migrain. Dengan olahraga yang teratur, Anda dapat mempertahankan berat badan yang sehat maupun menurunkan berat badan.
  • Kurangi efek dari estrogen : Jika Anda wanita dengan migrain yang dipicu karena estrogen, maka Anda dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi obat yang mengandung estrogen seperti pil KB dan terapi penggantian hormon. Diskusikanlah dengan dokter Anda mengenai obat alternatif dan dosis yang sesuai untuk Anda.