Sebab Akibat Penyakit Hepatitis Pada Anak

SehatFresh.com – Penyakit hepatitis biasanya menyerang bayi diusia sekitar 2 bulan setelah dilahirkan. Banyak ahli berkesimpulan bahwa sekitar 80% bayi yang menderita hepatitis disebabkan oleh infeksi virus ketika proses persalinan ataupun setelah melahirkan. Maka dari itu, guna mengurangi risiko hepatitis, bayi sangat perlu mendapat imunisasi hepatitis.

Hepatitis berarti peradangan atau pembengkakan liver atau hati. Hepatitis adalah penyakit berbahaya karena menyerang hati, yang merupakan organ penting yang bertanggung jawab terhadap ratusan fungsi dalam tubuh. Penyakit hepatitis pada anak tentu saja dapat berakibat buruk dan fatal karena organ pada anak, terutama bayi, masih sangat rentan terhadap serangan virus dan bakteri. Beberapa dampak serius yang bisa ditimbulkan dari serangan virus dapat menyebabkan gangguan otak yang menyebabkan kemunduran mental, terjadinya kerusakan permanen pada hati, bahkan sirosis hati atau rusaknya sel-sel hati karena adanya jaringan parut.

Ada lima virus penyebab hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Meski kelima virus tersebut menimbulkan gejala dan efek yang sama, masing-masing virus berbeda dalam cara penularan dan dampak yang ditimbulkannya berbeda pula.

Hepatitis A termasuk jenis virus yang paling sering menimpa anak-anak. Penularannya terjadi lewat makanan dan minuman yang tercemar virus hepatitis A. Masa inkubasi virus memakan waktu sekitar 28 hari. Hepatitis A menimbulkan gejala akut, seperti demam, badan lemas, pusing, mual, muntah, bola mata atau kulit terlihat kuning, perut sebelah kanan atas terasa sakit, warna urin menjadi pekat, dan kurang nafsu makan. Gejala-gejala tersebut pada dasarnya bukan merupakan akibat langsung dari virus, melainkan akibat respon imun tubuh untuk mengeluarkan virus yang ada pada sel hati. Bisa dikatakan bahwa munculnya gejala penyakit tersebut merupakan tanda dari respons imun tubuh bekerja dengan baik. Khusus pada bayi dan balita, respons imun tubuh mereka belum cukup sempurna sehingga gejalamua mungkin tidak selalu tampak secara jelas.

Dibanding hepatitis A, hepatitis B yang diderita pada anak umumnya lebih mudah menular. Hepatitis B dapat diturunkan dari ibunya yang terkena virus hepatitis B. Namun, pada kasus yang sering terjadi, virus ditularkan melalui media darah. Virus bisa menyebar melalui darah yang ada di jarum suntik bekas, alat-alat kedokteran gigi yang tidak steril, serta pada proses transfusi darah.

Masa inkubasi virus hepatitis B memakan waktu antara 6 minggu sampai 7 bulan. Gejalanya mirip dengan hepatitis A, seperti flu, demam, hilang nafsu makan, perasaan mual dan muntah, Gejala hepatitis B juga merupakan respon yang menandakan bahwa tubuh menolak virus yang mulai menginfeksi. Pada anak-anak, gejala mungkin tidak tampak jelas dikarenakan sistem imunitas tubuh anak-anak belum begitu baik.

Karena gejalanya yang tidak selalu tampak jelas, sebagian besar orang tua tidak menyadari bahwa dalam tubuh anak mereka telah bersarang virus hepatitis dan baru diketahui setelah hati sudah mengalami kerusakan yang parah. Tidak ada obat-obatan yang khusus dapat membasmi virus hepatitis. Maka dari itu, tingkatkan daya tahan tubuh anak dengan banyak istirahat dan memberinya asupan makanan bergizi. Kondisi penyakit yang cukup berat umumnya perlu dipantau intensif. Anak yang pernah terkena hepatitis bisa mengalami kekambuhan dalam waktu yang cukup singkat.

Sumber gambar – www vemale.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY