Sebelas Penyebab Jumlah Sperma Rendah

SehatFresh.com – Sperma (spermatozoa) adalah sel reproduksi laki-laki yang dibawa dari uretra dengan bantuan zat seperti susu disebut semen. Produksi sperma adalah proses yang kompleks dan memerlukan fungsi testis normal serta bagian dalam otak yang menghasilkan hormon yang memicu produksi sperma (hipotalamus dan hipofisis). Setelah sperma diproduksi di testis, saluran mengangkutnya hingga bercampur dengan air mani dan akhirnya terjadi ejakulasi dari penis. Masalah dengan sistem ini dapat memengaruhi produksi sperma. Salah satunya, jumlah sperma yang rendah.

Jumlah sperma rendah dapat disebabkan oleh sejumlah masalah kesehatan, faktor lingkungan dan perawatan medis :

  1. Infeksi

Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma atau kesehatan sperma atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi jalan sperma. Ini termasuk radang epididimis (epididimitis) atau radang testis (orkitis) dan beberapa infeksi menular seksual, termasuk gonore atau HIV.

  1. Masalah ejakulasi

Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme bukan keluar dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan kondisi ini termasuk diabetes dan cedera tulang belakang. Obat-obat tertentu mungkin juga mengakibatkan masalah ejakulasi, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha blocker.

  1. Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh vena terjadi di dalam kantong zakar atau skrotum. Kondisi ini diduga bisa mengakibatkan penurunan kualitas sperma, termasuk dalam hal jumlah sperma.

  1. Tumor

Kanker dan tumor jinak dapat memengaruhi organ reproduksi pria. Ini bisa terkait dengan kelenjar yang melepaskan hormon yang berhubungan dengan reproduksi, seperti kelenjar pituitari, atau karena penyebab lain yang tidak diketahui. Operasi, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat memengaruhi kesuburan pria.

  1. Ketidakseimbangan hormon

Hipotalamus, hipofisis dan testis memproduksi hormon yang diperlukan untuk membuat sperma. Perubahan hormon ini serta dari sistem lain seperti tiroid dan kelenjar adrenal, dapat mengganggu produksi sperma.

  1. Paparan zat kimia

Paparan zat kimia seperti benzena, toluena, xilena, herbisida, pestisida, pelarut organik, bahan lukisan dan timah juga diduga berkontribusi terhadap jumlah sperma rendah.

  1. Suhu testis terlalu panas

Suhu yang terlalu tinggi dapat mengganggu produksi dan fungsi sperma. Duduk untuk waktu yang lama, mengenakan pakaian ketat atau bekerja dengan laptop untuk waktu yang panjang terutama dalam posisi yang kurang tepat juga dapat meningkatkan suhu dalam skrotum dan mengurangi produksi sperma.

  1. Merokok dan minum alkohol

Pria yang merokok cenderung memiliki jumlah sperma lebih rendah daripada mereka yang tidak merokok. Minum alkohol juga dapat menurunkan kadar testosteron dan menyebabkan penurunan produksi sperma.

  1. Stress emosional

Stres emosional yang berat atau berkepanjangan termasuk stres karena memikirkan kesuburan, dapat mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.

  1. Obat-obatan tertentu

Terapi penggantian testosteron, penggunaan steroid anabolik jangka panjang, obat kanker (kemoterapi), antijamur tertentu, antibiotik, dan obat maag dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan pria.

  1. Operasi

Operasi tertentu bisa menimbulkan efek samping terkait penurunan produksi sperma. Ini termasuk vasektomi, operasi hernia inguinal, operasi skrotum atau testis, operasi prostat, dan operasi kanker dubur.

Sumber gambar : bakulforedi.blogspot.com

1 COMMENT

  1. Saya pria berumur 34 Tahun. penyakit diabetes berat badan 87 kg dgn tinggi badan 160 cm. Sdh menikah 3 tahun. Blm memiliki anak. saya seorang yg rajin melakukan hub. Intim. mr. P saya normal dan dapat orgasme pd waktu normal tp pada saat klimaks mr. P tdk mengeluarkan sperma sehingga istri saya tdk kunjung hamil. Saya mohon bantuan dok agar saya segera mendapktkan keturunan. Trims

LEAVE A REPLY