Sebelum Muncul Komplikasi Lakukan Pengobatan Bell’s Palsy

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bell’s palsy merupakan penyakit kelumpuhan wajah secara tiba-tiba yang dialami seseorang. Meski tanpa pengobatan khusus, penderita Bell’s palsy sebenarnya bisa kembali pulih. Namun apabila diambil tindakan medis yang maksimal, hal itu tentu saja jauh lebih baik.

Dari berbagai studi dijelaskan bahwa pengobatan bagi penderita Bell’s palsy akan sangat efektif, jika dilakukan dalam kurun waktu kurang dari 3×24 jam setelah munculnya gejala pertama. Pengobatan diperlukan guna mempercepat proses penyembuhan, termasuk pencegahan munculnya komplikasi.

Komplikasi akibat Bell’s palsy

Penyakit Bell’s palsy apabila tidak segera diatasi, bisa menyebabkan komplikasi. Hanya saja komplikasi apa yang muncul, itu tergantung pada kerusakan saraf yang dialami. Komplikasi jangka panjang dapat terjadi bagi penderita akibat Bell’s palsy, apabila:

  1. Penderita berusia lebih dari 60 tahun.
  2. Penderita mengalami rasa sakit parah saat tanda pertama muncul.
  3. Penderita mengalami kelumpuhan wajah total di salah satu sisi wajah.
  4. Penderita mengalami kerusakan saraf wajah yang cukup parah.
  5. Penderita memiliki penyakit diabetes atau hipertensi.

Pengobatan pada penderita Bell’s Palsy

Bell’s palsy sebenarnya dapat kembali pulih tanpa pengobatan khusus. Namun apabila penderita ingin mendapatkan penanganan medis yang maksimal setelah mengetahui tanda-tanda Bell’s palsy, itu jauh lebih baik. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk penderita Bell’s palsy.

  1. Prednisolone. Ahli medis umumnya akan memberikan obat ini untuk dikonsumsi penderita Bell’s palsy. Obat ini akan diberikan 72 jam sejak tanda-tanda awal Bell’s palsy muncul. Obat ini akan dikonsumsi terus, hingga mendapati perubahan yang signifikan pada wajah.
  2. Perawatan mata. Salah satu perubahan yang dialami penderita Bell’s palsy adalah kesulitan untuk menutup mata. Dengan demikian air mata akan menguap, sehingga menyebabkan mata menjadi kering dan infeksi. Dokter tentu saja akan meresepkan obat tetes mata, guna mengatasi masalah pada pengelihatan akibat Bell’s palsy.
  3. Operasi plastik. Dokter bedah bisa saja memberikan alternatif pilihan kepada penderita Bell’s palsy, untuk mengembalikan bentuk wajah seperti semula. Operasi dapat melindungi mata, memperbaiki wajah, hingga meningkatkan fungsi wajah yang lemah akibat Bell’s palsy.
  4. Ahli fisioterapi akan membimbing penderita Bell’s palsy untuk kembali memperkuat otot wajah. Langkah ini dijalani guna mengembalikan koordinasi serta jangkauan gerakan.
  5. Suntikan Botox. Bagi penderita Bell’s palsy yang kronis, suntik botox menjadi pilihan alternatif yang mungkin disarankan dokter. Suntikan ini diberikan guna mengobati wajah yang terpengaruh Bell’s palsy. Suntikan botox ini bermanfaat untuk melemaskan otot wajah, sehingga meningkatkan penampilan wajah secara keseluruhan.

Pengobatan lainnya. Teknik akupuntur atau relaksasi juga bisa menjadi alternatif pilihan untuk mempercepat pemulihan akibat Bell’s palsy. Teknik ini dimanfaatkan untuk mengembalikan fungsi saraf wajah yang sempat rusak akibat Bell’s palsy. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here