Segi Positif dan Negatif Mencukur Bulu Kemaluan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah ada di antara pembaca yang memiliki kebiasaan mencukur bulu di sekitar kemaluan? Apabila iya, maka informasi berikut ini layak untuk disimak. Tidak dipungkiri jika banyak pihak yang merasa perlu mencukur bulu di sekitar kemaluan dengan alasan kebersihan. Hanya saja selain memberikan sisi positif, mencukur bulu di sekitar kemaluan juga dapat menimbulkan dampak negatif.

Ketika zaman Yunani dan Mesir Kuno, memangkas bulu kemaluan hanya dilakukan oleh wanita tuna susila. Mencukur rambut di kemaluan tersebut dilakukan dengan alasan kesehatan, sekaligus sebagai tanda bagi profesinya. Alhasil tidak jarang ditemui beberapa pendapat yang menganggap jika mencukur rambut di sekitar kemaluan, bertentangan dengan nilai-nilai sosial.

Namun kini mencukur bulu di sekitar kemaluan sudah menjadi pilihan pribadi masing-masing pihak. Hanya saja sebelum melakukannya, seseorang perlu memahami sisi positif dan dampak negatif dari mencukur rambut pada kemaluan.

Sisi positif mencukur rambut di sekitar kemaluan

  1. Dapat memperindah penampilan. Salah satu sisi positif dari mencukur bulu di sekitar kemaluan adalah memenuhi keinginan seseorang dalam memperindah penampilan. Bulu di sekitar kemaluan mungkin saja dianggap mengganggu penampilan, ketika harus menggunakan pakaian renang.
  2. Membuat seseorang lebih percaya diri. Seseorang juga dapat lebih percaya diri ketika harus memakai pakaian renang, ketika tidak terdapat bulu yang “mengintip”. Selain itu juga bisa lebih percaya diri saat di depan pasangannya, sehingga mampu meningkatkan kualitas hubungan seksual.
  3. Mampu mengurangi bau di sekitar area kemaluan. Mencukur bulu di sekitar kemaluan baik pada pria atau wanita, memiliki manfaat untuk mengurangi bau di sekitar organ intim. Bulu di sekitar penis atau vagina yang tidak teratur, bisa saja menyebabkan keringat tertahan. Puncaknya ketika kelembaban meningkat, bisa saja mengakibatkan pertumbuhan kuman.

Dampak negatif mencukur rambut di sekitar kemaluan

  1. Kulit bisa saja mengalami infeksi. Dengan mencukur bulu bisa saja menimbulkan infeksi pada kulit di sekitar kemaluan. Tidak dipungkiri jika daerah kemaluan cukup sensitif dengan metode pencukuran jenis apapun seperti memakai alat pencukur, waxing, ataupun laser. Alhasil segala kemungkinan reaksi bisa saja timbul pada kulit seperti perih, gatal, lecet, infeksi genital, memunculkan benjolan, hingga folikulitis.
  2. Organ intim tidak ada yang melindungi lagi. Banyak pihak yang mengatakan jika rambut pada kemaluan berfungsi untuk melindungi organ intim. Alhasil merawat bulu di sekitar kemaluan sangat penting khususnya bagi wanita, guna mencegah kotoran agar tidak masuk ke dalam vagina. Selain itu beberapa pihak juga beranggapan bahwa rambut di sekitar kemaluan mampu menjaga suhu agar tetap hangat.
  3. Menghabiskan waktu serta biaya yang tidak murah. Mencukur rambaut selain menghabiskan banyak waktu, perawatannya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itu dikarenakan pencukurannya harus memakai peralatan cukur khusus, termasuk krim khusus. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here