Sejarahnya Aromaterapi untuk Kesehatan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sejarah Aroma Terapi cukup unik. Kalau saja tangan Rene Gattefosse tidak terbakar, barangkali perkembangan arom terapi tidak secepat sekarang ini. Ahli Kimia Perancis itu, pada tahun 1900-an secara tidak sengaja mencelupkan tangannya yang luka bakar ke dalam tong yang berisi sari bunga lavender. Luka tersebut cepat sembuh.

Dan sinilah dia teringat kebiasaan orang Mesir kuno sering menyembuhkan beragam penyakit dengan bau-bauan. Hal serupa juga dilakukan masyarakat Yunani. Dengan begitu terbentuklah sejarah dari aromaterapi, berikut ulasan 6 sejarahnya:

  • Zaman Mesir Kuno

Orang Mesir kuno adalah yang pertama menggunakan aromatherapy. Mereka mengekstrak minyak dari tanaman aromatik yang digunakan untuk pengobatan, kosmetik serta pembalseman mayat.

  • Zaman romawi & yunani

Orang Yunani memperoleh sebagian besar pengetahuan medis mereka dari Mesir. Penggunaan minyak zaitun sebagai minyak dasar yang menyerap aroma dari tumbuh-tumbuhan atau bunga kemudian digunakan untuk kosmetik dan obat. Bangsa Romawi belajar dari Yunani dan menjadi terkenal dengan ritual mandi beraroma diikuti dengan pemijatan menggunakan minyak aromatik. Seiring keruntuhan Kekaisaran Romawi, penggunaan aromaterapi memudar dan pengetahuan ini hampir hilang di Eropa pada zaman kegelapan.

  • Zaman India kuno

Aromaterapi telah digunakan selama berabad-abad di India. ayurveda, sistem pengobatan tradisional India, menggunakan rempah kering dan segar, serta pijat aromatik sebagai bagian dari perawatan.

  • Zaman Oriental

Peradaban Cina kuno juga telah menggunakan beberapa bentuk aromaterapi. Aromaterapi digunakan di Cina dalam upacara keagamaan, dengan membakar kayu dan dupa untuk menunjukkan rasa hormat kepada dewa mereka – sebuah tradisi yang masih dilakukan saat ini.

  • Abad Pertengahan

Kita telah mengenal aromaterapi sejak 6.000 tahun silam. Namun, di tangan kimiawan dan dokter Muslim di era kekhalifahan, teknologi pembuatan minyak esensial dan pengobatan dengan aromaterapi berkembang sangat pesat. Berdasarkan catatan sejarah, pada abad ke-7 M, para ahli kimia Arab berupaya mencari “saripati” dari tanaman. Pada abad ke-9 M, ahli kimia Muslim legendaris bernama Yakub al-Kindi (803-870 M) dalam bukunya bertajuk Perfume Chemistry and Distillation telah mampu menciptakan beragam jenis minyak esensial.

  • Abad ke-20

Perancis menjadi perintis utama dalam memulihkan peran bahan pewangi sebagai unsur pengobatan. Rene Maurice Gattefose menemukan minyak laverder dapat menyembuhkan luka bakar dengan cepat tanpa meninggalkan bekas, kemudian ia mengembangkannya. Tahun 1960, biokimiawan austria Marguerita Maury mengggunakan minyak esensial thyme, cengkeh, lemon dan chamomile untuk mengobati luka bakar dan luka robek. (KKM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here