Seks Anal Picu Kanker Anus

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anus atau dubur bagian yang sangat kotor, hal itu karenakan anus dipergunakan untuk membuang kotoran manusia saja. Oleh sebeb itu dubur atau anus tidak dipergunakan untuk melakukan hubungan seksual. Seks anal tidak pernah dianggap sebagai prilaku yang aman bagi pasangan. Ada beberapa tanda bahaya yang mempengaruhi kesehatan anda ketika anda melakukan hubungan seks melalui dubur dan anus.

Menurut penelitian salah satunya karena anus tidak dapat memproduksi Lubrikan alami seperti vagina sehingga penis dapat beresiko besar untuk merobek dinding atau sphincter. Apabila bila dinding rectum robek dapat memicu peritonitis ayang diakibatkan bocornya bakteri-bakteri fekal (kotoran) kedalam perut anda. Akan lebih bahaya lagi ketika suami anda memulainya melalui seks dubur lalu kemudian menjalar ke vagina istri anda, akan berakibat bakteri fekal berpindah ke vagina.

Menurut dr. Andri, berkata dari sudut kedokteran seksual bahwa, “Hubungan seksual dengan penetrasi kevagina jauh lebih natural (alamiah) dan aman untuk dilakukan oleh suatu pasangan suami istri dibandingkan melalui dubur”. Seks anal adalah suatu gaya bercinta yang mengakibatkan resiko yang besar yang dialami seseorang suami ataupun istrinya meski dengan menggunakan kondom dapat mencegah penyakit menular seksual. Tetapi bagaimanapun dubur tidak dirancang untuk bersenggama. Lanjut dr. Andn.

Ada beberapa bahaya yang di akibatkan hubungan melalui dubur atau anus seperti dilansir Menshealth yaitu :

  1. Rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada dubur

Di bandingkan vagina, struktur pada anus jauh lebih ketat. Maka jika seorang suami dalam melakukan hubungan membebrikan tekanan yang kuat pada dubur, maka hal tersebut akan memicu rasa sakit dan tidak nyaman. Bahkan bisa juga lecet dan dapat menyebabkan sakit ketika anda Buang air  besar.

  1. Tidak mempunyai pelumasan atau lubrikasi di dubu

Berbeda dengan vagina yang memang dipergunakan untuk melakukan hubungan seksual dan menghasilkan pelumas yang dapat merangsang seorang pasangan tersebut. Pada dubur hal tersebut tidak terjadi karena hal ini malah akan menyebabkan hubungan seks anal semakin menyakitkan.

  1. Mudah menyebabkan PMS

Kebanyakan orang tidak mau untuk menggunakan kondom karena beranggapan tidak nikmat dalam melakukan hubungan seks. Akan tetapi jika suami memakai kondom untuk melakukan hubungan seks anal justru inilah yang dapat memicu tingginya penularan penyakit menularan seksual (PMS).PMS yang dapat di tularkan melalui hubungan seks anal antara lain human immunodeficiency virus (HIV), human papiloma virus (HPV) yang akan dapat menyebabkan terjadinya kutil kelamin, kanker dubur, kanker penis, hepatitis A dan C, chlamydia, Gonorrhea (kencing nanah) dan herpes.

Itu lah beberapa bahaya akibat hubungan seksual anal, selain penyakit penular seksual (PMS), dalam berhubungan seks anal juga dapat menularkan virus dan bakteri lainnya seperti Escherichia coli (E coli). Penularan bakteri ini dapat menyebabkan gejala yang ringan sampai dengan parah seperti Gastroenteritis atau (Penyakit infeksi usus yang menular).dan Strain E. Coli (E coli Uropathic) bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih menyerang dari cystitis atau radang kandungan kemih sampai pielonefritis (infeksi ginjal serius).

Menurut dr. Ari Fahrian syam, SpPD.K-GEH, seorang konsultan menyatakan bahwa kanker anus memang teramat sangat jarang ditemui, akan tetapi penyakit ini jangan dianggap remeh oleh sebagian pasangan karena kanker anus ini juga perlu mendapatkan penanganan khusus.kebiasaan melakukan hubungan seks anal ini dapat menyebabkan dubur mengalami iritasi kronis sehingga akan beresiko terkena kanker usus.

Gejala kanker anus bisa anda tandai dengan, nyeri didubur ketika buang air besar, rasa gatal dianus, anus mengeluarkan lendir seperti jelly atau Bab anda berdarah. Resiko kanker anus ini mirip dengan kanker anorektal yaitu awalnya mengalami iritasi kronis dibagian dubur serta infeksi kronis dengan Human pappiloma virus (HPV).perlu anda ketahui HPV dapat menularkan hubungan seks dan dapat meningkatnya resiko kanker servis atau kanker vagina, merokok, berganti-ganti pasangan, dan mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menekan daya tahan tubuh (Imunosupresi). (NLT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here