Seks Kuantitas Vs Seks Kualitas

SehatFresh.com – Masih banyak pasangan suami istri yang merasa khawatir mengenai frekuensi berhubungan seks agar dikatakan “bahagia”. Bahkan, banyak yang berasumsi bahwa seberapa sering Anda  bercinta bisa menjadi ukuran kepuasan sekaligus kebahagiaan kehidupan seksual pasangan suami istri. Padahal, tidak hanya sebatas itu saja, kualitas bercinta juga memegang peranan yang tidak kalah penting.

Sah-sah saja bila suami istri sering berhubungan seks jika memang waktunya memungkinkan, Namun, hendaknya aktivitas bercinta harus disetujui oleh kedua belah pihak sehingga keduanya bisa sama-sama merasakan kepuasan. Ketika Anda tidak punya banyak waktu dan hanya bisa berhubungan seks seminggu sekali, maka usahakan momen tersebut benar-benar membuat Anda dan pasangan mencapai kepuasan dan semakin intim dengan pasangan.

Sangat penting untuk diingat bahwa frekuensi seksual setiap pasangan bervariasi. Tidak disarankan bagi pasangan suami istri membanding-bandingkan frekuensi bercinta mereka dengan pasangan lainnya. Tidak ada jaminan rumah tangga Anda tidak lebih bahagia dari mereka. Pasangan di awal pernikahan mungkin melakukan hubungan seks lebih sering daripada mereka yang sudah lama menikah. Orang tua mungkin berhubungan seks lebih jarang daripada rekan-rekan mereka yang lebih muda. Jika kedua pasangan puas dengan frekuensi seksual yang dilakukan dan keduanya sama-sama merasa puas, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang apa yang pasangan lain lakukan.

Setelah berhubungan seks dengan pasangan, apa Anda merasa puas? Jika Anda tidak merasa puas, berikut adalah beberapa hal yang mungkin perlu dipertimbangkan :

  • Komunikasi

Banyak pasangan yang telah melakukan hubungan seks selama bertahun-tahun tapi jarang bahkan tidak pernah membicarakannya secara terbuka. Memang, terkadang hal ini membuat canggung dan dianggap tabu, tapi bersikap terbuka tentang apa yang diinginkan atau tidak, dapat membuat seks lebih menyenangkan. Komunikasi  dan sikap terbuka perlu dibina sebaik mungkin oleh setiap pasangan karena ini sangat bermanfaat dalam menjaga keharmonisan hubungan pernikahan. Penelitian pun menunjukkan bahwa orang yang nyaman dan terbuka berbicara tentang seks, akan berperilaku hal yang sama dalam prakteknya.

  • Kompromi

Rasa tidak bahagia mungkin terjadi karena keinginan berhubungan seks tidak lagi berdasarkan keinginan bersama, tetapi lebih menjadi cenderung pada rutinitas. Selain perlu adanya sikap saling menghargai, salah satu kunci keharmonisan hubungan pernikahan adalah kompromi. Kekokohan hubungan suami istri perlu dibangun dengan kompromi yang dilakukan secara terus-menerus dari waktu ke waktu, termasuk juga dalam hal seks. Jika cara pandang atau keinginan seks Anda dan pasangan tidak senada, ambilah titik tengah dari perbedaan tersebut agar kehidupan seksual Anda dan pasangan bisa lebih bahagia dan sama-sama merasa lebih nyaman.

Sumber gambar : reps-id.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY