Sembilan Alasan Mr P Terasa Nyeri

SehatFresh.com – Pernahkah Anda merasakan sakit atau nyeri pada penis? Nyeri penis bisa terasa pangkal penis, batang penis, kepala penis atau kulup. Ini bisa terjadi akibat kecelakaan atau penyakit, dan dapat memengaruhi laki-laki dari segala usia. Nyeri pada penis dapat terjadi karena beberapa alasan berikut:

  1. Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie dimulai ketika peradangan menyebabkan lembaran jaringan parut tipis yang disebut plak, yang terbentuk di sepanjang sisi atas atau bawah penis. Karena bentuk jaringan parut di sebelah jaringan menjadi keras selama ereksi, penis menjadi membungkuk ketika ereksi. Penyakit ini mungkin bersifat turunan atau mungkin terjadi untuk alasan yang tidak diketahui.

  1. Priapism

Priapism menyebabkan ereksi menjadi terasa sakit. Kondisi ini membutuhkan perawatan sesegera mungkin karena bila dibiarkan kerusakan permanen bisa terjadi pada penis sehingga tidak bisa ereksi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh efek samping obat yang digunakan untuk mengobati masalah ereksi, obat yang digunakan untuk mengobati depresi, pembekuan darah, atau gangguan kesehatan mental, kelainan darah seperti leukemia atau anemia sel sabit, dan cedera pada penis atau sumsum tulang belakang.

  1. Balinitis

Balanitis adalah infeksi kulup dan kepala penis. Kondisi ini biasanya memengaruhi laki-laki dan anak laki-laki yang belum disunat atau yang tidak mencuci kulup secara teratur. Infeksi jamur, infeksi menular seksual (IMS) atau alergi terhadap sabun dan parfum juga dapat menyebabkan balinitis.

  1. Infeksi menular seksual (IMS)

IMS dapat menyebabkan nyeri penis. Beberapa bentuk IMS yang menyebabkan nyeri pada Mr P termasuk klamidia, gonore, herpes genital dan sifils.

  1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) lebih sering terjadi pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria. ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih. Infeksi mungkin terjadi jika Anda tidak disunat, memiliki sistem kekebalan yang lemah, penyumbatan di saluran kemih, berhubungan seks dengan seseorang yang memiliki infeksi, seks anal atau pembesaran prostat.

  1. Cedera

Sama halnya dengan bagian lain dari tubuh, penis juga bisa rusak karena cedera. Cedera dapat terjadi karena kecelakaan mobil, luka bakar, seks kasar atau menempatkan cincin di sekeliling penis untuk memperpanjang ereksi.

  1. Fimosis

Fimosis terjadi pada laki-laki yang tidak disunat ketika kulup penis terlalu sempit sehingga kepala penis tidak bisa terbuka sepenuhnya. Ini biasanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat terjadi jika balanitis atau cedera menyebabkan jaringan parut di kulup.

  1. Parafimosis

Parafimosis terjadi jika kulup dapat ditarik namun tidak dapat dikembalikan ke posisi semula. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis karena dapat menyulitkan buang air kecil dan menyebabkan kematian jaringan di penis.

  1. Kanker

Kanker penis adalah penyebab lain dari nyeri di penis, meskipun hal ini jarang terjadi. Faktor risiko tertentu meningkatkan risiko terkena kanker penis termasuk merokok, tidak disunat, infeksi human papillomavirus (HPV), tidak membersihkan kulup dengan benar jika tidak disunat atau sedang dirawat untuk psoriasis. Menurut Cleveland Clinic, sebagian besar kasus kanker penis terjadi pada pria yang berusia di atas 50.

Gejala bervariasi tergantung pada kondisi atau penyakit yang menjadi penyebabnya. Jika Anda memiliki cedera, nyeri bisa berat dan terjadi tiba-tiba. Jika ini karena penyakit, nyeri mungkin ringan dan secara bertahap menjadi lebih buruk. Setiap jenis nyeri pada penis perlu segera mendapat evaluasi medis terutama jika terjadi selama ereksi, menyulitkan buang air kecil, luka, kemerahan atau bengkak.

Sumber gambar : surabaya.wartakesehatan.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY