Sembilan Penyebab Anak Terlambat Bicara

SehatFresh.com – Keterlambatan bicara atau speech delay adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Beberapa laporan menyebutkan kasus gangguan bicara dan bahasa terjadi pada 5–10% anak sekolah. Ada beberapa penelitian yang menemukan kasus speech delay atau terlambat berbicara lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Hal ini dikarenakan anak perempuan memiliki kemampuan lebih baik dalam memahami dan meniru isyarat non-verbal, seperti intonasi bicara dan ekspresi wajah orang lain. Inilah yang mempermudah anak perempuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, termasuk dalam hal berbicara. Meski demikian, setiap anak akan berkembang sesuai dengan masa perkembangannya. Jika anak tidak berkembang sesuai dengan masa perkembangan normal, maka anak bisa dikatakan mengalami keterlambatan, termasuk dalam hal bicara. Anak dikatakan terlambat bicara jika saat berusia 2 tahun, anak belum bisa mengucapkan sepatah atau dua patah kata. Umumnya saat anak menginjak usia 2 tahun, mereka bahkan sudah bisa menggabungkan dua kata atau lebih menjadi sebuah kalimat.

Penyebab dari keterlambatan bicara ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya:

  1. Gangguan pendengaran
    Gangguan pendengaran berkaitan dengan keterlambatan bicara. Jika anak mengalami gangguan ini, maka ia juga cenderung mengalami hambatan dalam memahami, meniru dan menggunakan bahasa. Salah satu penyebab gangguan pendengaran pada anak adalah karena infeksi telinga.
  2. Lingkungan
    Kurangnya stimulus dari lingkungan atau keluarga yang membuat anak sulit belajar bicara sehingga mengakibatkan kosa katanya terbatas. Di sisi lain, pendidikan dua bahasa juga bisa menyebabkan keterlambatan bicara kecuali anak tersebut memiliki kecerdasan dalam bahasa yang dapat membantunya menguasai kedua bahasa tersebut.
  3. Genetik
    Sejumlah fakta menunjukkan pula bahwa pada beberapa kasus di mana seorang anak anak mengalami keterlambatan bicara, ditemukan adanya kasus serupa pada generasi sebelumnya atau pada keluarganya. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan masalah keturunan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi speech delay pada anak.
  4. Kelainan organ bicara
    Kelainan organ bicara meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan mandibula (rahang bawah), kelainan bibir sumbing (palatoschizis/cleft palate), deviasi septum nasi, adenoid atau kelainan laring.
  5. Retardasi mental
    Redartasi mental merupakan penyebab terbanyak dari gangguan bahasa. Pada kasus redartasi mental, keterlambatan berbahasa selalu disertai keterlambatan dalam bidang pemecahan masalah visuo-motor.
  6. Gangguan berbahasa sentral
    Gangguan berbahasa sentral adalah ketidakmampuan untuk menggabungkan kemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan berbahasa yang selalu lebih rendah. Pada usia sekolah, gangguan ini terlihat dalam bentuk kesulitan belajar.
  7. Autisme
    Gangguan bicara dan bahasa yang berat dapat disebabkan karena autisme. Autisme itu sendiri merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
  8. Pengaruh televisi
    Televisi merupakan salah satu faktor yang membuat anak lebih menjadi pendengar pasif. Berdasarkan riset, anak yang menonton acara televisi yang tidak menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, menunjukkan hal yang sangat menghawatirkan. Beberapa anak bahkan mengalami kesulitan serta keterlambatan bicara karena mereka kekurangan kosa kata.
  9. Sifat bisu selektif
    Sifat bisu selektif adalah suatu kondisi di mana anak tidak akan bicara sama sekali dalam situasi tertentu seperti di sekolah atau pada kondisi yang membuat anak merasa tidak nyaman.

Jika anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter, psikolog atau terapis anak agar kondisi segera ditangani dengan cepat. Setiap anak memang tidak dapat disamakan dalam hal pencapaian perkembangan bahasanya, namun jika anak dalam usia yang tepat tidak mencapai kemampuan yang seharusnya, maka harus segera ada tindakan dari orang tua mengenai masalah ini.

Sumber gambar : media.iyaa.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY