Sensasi Seks Berubah Semakin Usia Bertambah

SehatFresh.com – Seks memiliki makna luar biasa dalam pernikahan. Kualitas hubungan seks yang menyenangkan tentunya menjadi idaman setiap orang. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan yang memengaruhi seksualitas, termasuk kemampuan untuk mencapai orgasme. Pada pasangan yang sudah lama menikah dan memiliki anak, orgasme mungkin tak lagi sepanas seperti di masa awal setelah pernikahan.

Penyebab yang paling utama adalah masalah hormonal. Perubahan hormonal yang mengiringi penuaan akan memengaruhi sensitivitas organ seks. Wanita mulai mengalami penurunan kadar hormon estrogen ketika mulai mengalami menopause. Ini menyebabkan berkurangnya minat seksual dan membuat vagina menjadi kurang lubrikasi sehingga hubungan seks akan terasa menyakitkan.

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon testosteron pria juga semakin berkurang. Padahal, testosteron berperan penting dalam sensasi orgasme. Penurunan testosteron juga mengurangi libido dan membuat ereksi menjadi tidak maksimal. Akibatnya, hubungan suami istri tidak senikmat dulu lagi.

Coba bayangkan saat pertama kali menjalin hubungan dengan pasangan, rasanya enggan untuk berjauhan dengannya. Seiring dengan bertambahnya usia pernikahan, sentuhan-sentuhan kecil yang mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang cenderung jarang dilakukan. Ini menandakan kurangnya keintiman antara Anda dan pasangan, yang pada akhirnya memengaruhi bagaimana cara Anda menikmati sesi bercinta dengan pasangan sehingga seks hanya dianggap sebagai rutinitas.

Di awal pernikahan ketika masih hidup berdua saja dengan pasangan, fokus Anda hanya pada pasangan. Akan tetapi, akan sulit menjaga fokus yang sama ditengah pernikahan yang semakin berumur, ditambah banyak pengalih perhatian seperti anak dan pekerjaan. Padahal, otak berperan penting dalam tercapainya orgasme. Orgasme akan lebih sulit dicapai jika banyak beban pikiran yang mengganggu fokus perhatian.

Di usia pertengahan, sudah mulai gangguan kesehatan yang menghampiri. Masalah pada orgasme juga bisa mencerminkan gangguan kesehatan secara umum. Sebagai contoh, diabetes yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan kerusakan saraf sehingga tidak mampu merasakan sensasi penetrasi. Mereka dengan diabetes juga seringkali mengalami ejakulasi dini. Kelebihan berat badan juga menjadi salah satu penghalang tercapainya orgasme.

Untuk meningkatkan kembali fokus pada sensasi bercinta, jangan segan untuk memberi sentuhan dan terbuka pada sentuhan dari pasangan. Jika pasangan terlihat dalam stres, Anda bisa memeluknya secara perlahan. Jalin juga komunikasi yang efektif antara Anda dan pasangan. Dengan banyak diskusi dengan pasangan, ini akan membuat Anda semakin mengenal apa yang dibutuhkan pasangan, begitu pula sebaliknya. Ini akan semakin mendekatkan Anda dengan pasangan, dan membangun mood bercinta diantara keduanya.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY