Sentuhan Pada Bayi

SehatFresh.com – Dalam tiga tahun pertama kehidupan seorang anak, setiap interaksinya dengan orang tua dapat membantu perkembangan dan pertumbuhannya. Salah satu interaksi tersering yang adalah bersentuhan. Meskipun tampak sepele, namun sentuhan berperan besar dalam perkembangan anak semenjak ia masih bayi. Bayi yang baru lahir mengalami segala sesuatu untuk pertama kalinya, termasuk sentuhan pertama dari ibu dan ayahnya. Kontak awal ini membantu mendorong perkembangan psikologis dan fisik yang sehat.

Kurangnya kontak fisik bisa menghambat perkembangan normal dan bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit. Bahkan, sentuhan bisa sangat penting bagi bayi prematur atau bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah. Kesehatan bayi akan sangat tergantung pada stimulasi sentuhan yang ia terima dari orang lain. Sentuhan bisa berupa pelukan, pijatan lembut, membelai dan menggendong.

Sentuhan ibu pada bayinya membantu pelepasan hormon dalam tubuh bayi yang bermanfaat bagi kesehatan dan membantu mengatur suhu tubuh bayi. Sentuhan dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh bayi sehingga pola tidurnya lebih baik. Pelepasan hormon oksitosin juga meningkatkan ikatan emosioanl selama kontak fisik antara bayi dan orang tuanya.

Kontak kulit-ke-kulit segera setelah lahir dan dalam beberapa hari pertama kehidupan adalah salah satu jenis sentuhan yang menguntungkan bagi bayi Anda. Sering disebut “perawatan kanguru” atau “perawatan ibu kanguru”, kontak kulit-ke-kulit ini dapat membantu meningkatkan kemampuan menyusui bayi. Bayi prematur terutama perlu sentuhan ini untuk membantu mereka bertahan hidup dan berkembang. Perawatan kanguru juga menunjukkan bahwa suhu bayi prematur bayi menjadi lebih baik ketika bayi diberi kontak kulit-ke-kulit dengan ibunya daripada ketika ditempatkan dalam inkubator.

Penelitian dari University of Miami’s Touch Research Institute telah menemukan bayi prematur yang diberi sentuhan berupa pijat selama 10 sampai 15 menit tiga kali sehari, mengalami peningkatan berat badan hingga 47 persen disertai pola makan dan tidur yang lebih baik, dan diperbolehkan untuk pulang enam hari lebih cepat dibandingkan dengan bayi prematur yang tidak diberi sentuhan pijat.

Mengapa bisa demikian? Menurut teori para ahli, pijatan memengaruhi vagus nerve (saraf yang berfungsi untuk berbicara, menelan, bernapas, mengatur detak jantung dan proses pencernaan makanan) yang berhubungan dengan sistem lambung dan merangsang pelepasan hormon yang berperan dalam penyerapan makanan.

Tidak hanya terbatas pada sentuhan ibu, sentuhan ayah akan membuat bayi merasa lebih aman dan rileks. Ikatan yang sehat dengan kedua orang tua juga dapat membantu bayi berkembang lebih baik secara psikologis dan sosial di kemudian hari. Bayi yang tidak menerima kontak manusia di hari pertama mereka atau minggu kehidupan sering menderita masalah kesehatan. Mereka mungkin mengalami gagal tumbuh. Hal ini bisa dilihat pada anak-anak di panti asuhan yang cenderung tidak menerima kontak manusia yang memadai ketika mereka masih bayi.

Sumber gambar : ayutrisnadewii.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY