Sepatu Hak Tinggi Seharusnya Dihindari Saat Hamil

Sore feet trying on shoes

SehatFresh.com – Bagi wanita, sepatu hak tinggi atau high heels telah dianggap sebagai penyempurna penampilan yang dirasa membuat kaki terlihat lebih jenjang sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Demi mementingkan penampilan, kerapkali banyak wanita yang mengabaikan resiko cedera akibatnya meskipun mereka tengah hamil. Padahal, memaksakan diri memakai sepatu hak tinggi bisa mengakibatkan ketidaknyamanan dan membuat kaki menjadi sakit. Bahkan, Britain’s Society of Chiropodists and Podiatrists di Inggris menemukan bahwa tujuh dari 10 ibu hamil menderita penyakit kaki setelah mengenakan sepatu bergaya, termasuk salah satunya sepatu hak tinggi.

  • Kaki bengkak
    Salah satu alasan mengapa kaki bengkak selama kehamilan bisa disebabkan karena terbiasa memakai sepatu berhak tinggi di tengah masa kehamilan. Hal ini dikarenakan ketika ibu memakai sepatu hak tinggi, maka beban tubuh menjadi bertumpu pada satu titik, yaitu di bagian depan kaki. Inilah yang menyebabkan kaki ibu hamil menjadi bengkak dikarenakan kaki harus menopang beban tubuh yang semakin membesar.
  • Sakit punggung
    Kebiasaan memakai sepatu hak tinggi juga bisa berakibat sakit punggung. Hal ini dikarenakan posisi kaki saat berdiri tidak rata sehingga beban tubuh menjadi dipusatkan pada bagian depan kaki. Kelebihan beban pada kaki mendorong bagian tulang belakang sehingga membuat punggung terasa nyeri. Ingatlah bahwa ketika hamil, ibu membawa dua beban yaitu beban tubuh ibu sendiri dan beban janin yang sedang dikandung.
  • Memicu varises
    Ketika ibu mengenakan sepatu hak tinggi saat hamil, hal ini menempatkan tegangan berlebih pada otot betis dan paha. Ketika otot menjadi tegang permanen, hal ini bisa mempercepat munculnya varises pada kaki. Jika itu terjadi, maka kaki menjadi cenderung mudah lelah.
  • Keseimbangan tubuh terganggu
    Seiring dengan semakin bertambahnya usia kehamilan, perut ibu hamil akan semakin membesar. Adanya beban baru di perut membuat titik berat tubuh menjadi berubah. Hal ini berpengaruh pula pada keseimbangan tubuh yang ikut berubah. Keseimbangan karena peningkatan berat badan ketika hamil dikhawatirkan akan memengaruhi cara berjalan sehingga mengakibatkan keseleo. Ketika ibu memakai sepatu hak tinggi di usia kehamilan trimester ketiga, maka ibu sangat berisiko terjatuh.
  • Masalah setelah melahirkan
    Akibat memakai sepatu hak tinggi selama hamil ini juga biasanya bisa ibu alami setelah melahirkan. Selama hamil, tulang-tulang pinggul terdorong ke atas untuk menopang berat bayi dalam kandungan. Tulang belakang juga ikut terdorong ke depan karena perut yang semakin berat. Setelah melahirkan, proporsi dan postur tubuh seharusnya kembali seperti semula. Bila ibu terbiasa menggunakan sepatu hak tinggi, maka pinggul bawah kemungkinan akan lebih menonjol.

Sumber gambar : www.rajanego.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY