Seperti Apa dan Bagaimana Rabies Menular?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernah mendengar tentang penyakit rabies? Jika pernah, kebanyakan dari Anda mungkin mengindentikkannya dengan penyakit anjing. Rabies merupakan virus mematikan yang ditularkan dari air liur hewan yang terinfeksi virus tersebut. Umumnya, anjing adalah penyebab tersering yang ditemukan dalam kasus rabies di Asia. Selain anjing, rabies juga dapat disebabkan oleh hewan lain, yaitu kelelawar, rubah, rakun, dan sigung. Begitu seseorang menunjukkan gejala awal rabies, akibat selanjutnya bisa fatal.

Hewan yang terinfeksi dapat menyebarkan virus pada manusia melalui gigitan. Terkadang, rabies juga dapat menular pada manusia ketika air liur yang terinfeksi mengenai luka terbuka atau selaput lendir, seperti mulut atau mata. Ini bisa terjadi jika hewan yang terinfeksi rabies menjilat luka terbuka pada kulit. Penularan umumnya terjadi dari hewan ke hewan dan hewan ke manusia. Jarang terjadi penularan dari manusia ke manusia. Beberapa kasus rabies dilaporkan terjadi setelah transplantasi kornea. Kebanyakan kasus rabies umumnya disebabkan oleh gigitan anjing yang tidak divaksinasi rabies.

Gejala awal rabies umumnya sangat mirip dengan flu yang bisa berlangsung berhari-hari. Setelanya, orang yang terinfeksi rabies mungkin mengalami demam, sakit kepala, kecemasan, hiperaktivitas, air liur berlebihan, sulit menelan, insomnia, halusinasi dan bahkan kelumpuhan parsial. Periode antara gigitan dan timbulnya gejala (masa inkubasi) rabies biasanya memakan waktu empat sampai 12 minggu sebelum gejalanya muncul. Namun, tetap saja bila Anda harus segera mencari pertolongan ketika digigit atau terkena air liur hewan-hewan penular rabies. Pasalnya, virus rabies dapat merusak sistem saraf pusat.

Begitu hewan yang terinfeksi rabies menggigit manusia, virus dapat menyebar melalui saraf dan pada akhirnya sampai ke otak. Setelah tiba di otak, virus rabies dapat berkembangbiak dengan cepat. Hal ini menyebabkan terjadinya peradangan otak dan sumsum tulang belakang. Jika ini terjadi, kondisi pasien rabies dapat memburuk dengan cepat atau bahkan meninggal dunia.

Meski tidak yakin digigit hewan penular rabies, tetap penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda telah terpapar air liur hewan penular rabies. Terlebih bila Anda sedang memiliki luka kulit terbuka. Risiko rabies lebih tinggi pada Anda yang gemar mengonsumsi daging anjing, memelihara anjing tapi tidak divaksinasi, hidup di lingkungan yang banyak kelelawar, dan bepergian ke negara yang kasus rabiesnya tinggi. Mereka yang termasuk ke dalam kelompok berisiko rabies ini perlu mempertimbangkan vaksinasi rabies. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here