Seperti Apa Perubahan Fungsi Seksual pada Pria Berumur?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ciri-ciri penuaan yang kasat mata biasanya rambut beruban dan wajah keriput. Berbagai fungsi tubuh juga dapat merosot seiring bertambahnya usia, misalnya jalan melambat. Tak hanya kasat mata, fungsi tubuh lainnya yang tidak terlihat juga bisa terjadi, termasuk fungsi seksual.

Masalah seks pria biasanya dimulai pada usia 45 sampai 50 tahun. Bahkan mungkin bisa lebih cepat lagi ketika dipengaruhi oleh gaya hidup buruk dan kondisi kesehatan yang kurang bugar. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah sejumlah perubahan fungsi seksual pada pria berumur.

  • Ukuran penis mengecil

Bagi pria, ukuran penis adalah hal yang sangat sensitif. Sayangnya, ukuran penis bisa mengecil seiring dengan bertambahnya usia. Pakar kesehatan menyebutkan, pria dengan usia 60 hingga 70-an akan cenderung memiliki penis dengan ukuran 1 cm lebih kecil dari ukuran penisnya di kala muda.

Warna dari penis juga akan mengalami perubahan seiring dengan menurunnya aliran darah menuju penis. Semakin tua pria, semakin pucat pula warna penisnya. Kulit penis juga akan mengalami keriput layaknya bagian kulit lainnya.

  • Ereksi melemah

Penis bisa ‘berdiri’ berkat kerja jantung dan otak yang saling terhubung. Otak menerjemahkan rangsangan seks sebagai sinyal yang diteruskan ke jantung supaya mengalirkan lebih banyak darah untuk mengisi batang penis. Pria berumur seringkali berhadapan dengan masalah penis yang kurang keras, meski sudah ereksi.

Sebenarnya ini normal terjadi karena penuaan menyebabkan kumpulan saraf di penis menjadi kurang sensitif untuk “membaca” rangsangan. Seiring bertambah usia, kadar testosteron yang dihasilkan tubuh juga bisa menurun. Menurunnya hormon testosteron pada akhirnya membuat sensitifitas penis ikut menurun. Banyak pria tua yang mengaku jika ereksi penis yang didapatkan akan cenderung tidak keras dan mereka semakin sulit mendapatkan orgasme.

  • Rentan ejakulasi dini

Ejakulasi dini adalah salah satu masalah seks pria yang paling umum. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan ejakulasi dini, misalnya stres berat, kecemasan dan depresi. Kondisi kesehatan tertentu juga bisa memicunya, seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan prostat dan hipertensi yang umum dialami oleh pria berumur.

  • Hubungan seksual menjadi berkurang

Berbagai isu seputar penurunan fungsi seksual yang terkait usia ditambah dengan stres harian dan penyakit yang (mungkin) dialami pada akhirnya “bekerja sama” menurunkan gairah seksual. Penurunan libido ditambah dengan kebugaran tubuh yang juga menurun seiring bertambahnya usia kemudian membuat pria semakin jarang berhubungan seks.

Efek samping penggunaan obat-obatan, seperti obat tekanan darah, antidiabetes, dan antidepresan juga bisa menurunkan gairah seks. Kondisi-kondisi tersebut bisa membuat hubungan seks jadi kurang nikmat sehingga pria lansia mungkin jadi tidak begitu berminat untuk naik ke atas ranjang. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here