Seputar Penyakit Meningitis

Akhir-akhir ini kita sangat familiar dengan penyakit meningitis, hampir semua media ataupun khalayak ramai serempak membicarakan penyakit ini, ikhwal dari pembahasan penyakit ini tentu saja setelah salah satu pesohor hiburan ditanah air menghembuskan nafas terakhirnya setelah kurun waktu yang cukup lama berjuang melawan penyakit meningitis tersebut, tentu ini menjadi pertanyaan semua orang, seburuk apakah penyakit meningitis itu? Apa saja penyebabya, dan bagaimana kita mendeteksi untuk mencegah lebih awal penyakit tersebut?

Kata “Meningitis” berasal dari bahasa latin yaitu “Meninga” dan yunani “Menix” yang berarti “Membran”. Akhiran “Itis” berasal dari bahasa Yunani berarti “berkaitan dengan”. Dalam bahasa Inggris medis, akhiran “Itis” berati “Peradangan”. Selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang secara kolekdtif disebut Meninges. Meningitis adalah peradangan pada meninges. Menurut kamus medis, penyakit meningitis adalah radang selaput otak atau sumsum tulang belakang.

Meningitis merupakan salah satu penyakit yang mematikan karena infeksi yang relatif langka yang mempengaruhi selaput halus – yang disebut meninges (pria-in’-ya ampun) – yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis bakteri dapat menular antara orang-orang dalam kontak dekat. Karena Meningitis jamur adalah bentuk yang jarang dari meningitis dan umumnya hanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Apa Penyebab Meningitis?

Meningitis hampir selalu disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai di tempat lain dalam tubuh, seperti di telinga, sinus, atau saluran pernapasan bagian atas. Kurang umum penyebab meningitis termasuk infeksi jamur, gangguan autoimun, dan obat-obatan.

Meningitis bakteri adalah penyakit yang sangat serius yang memerlukan perawatan medis segera. Jika tidak ditangani dengan cepat, hal itu dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam – atau menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan bagian lain dari tubuh.

Meningitis bakteri disebabkan oleh salah satu dari beberapa bakteri. Neisseria meningitidis atau “meningococcus” biasa terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, dan Streptococcuspneumoniae atau “pneumococcus” adalah penyebab umum lain pada anak-anak dan orang dewasa. Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah penyebab umum dari meningitis pada bayi dan anak-anak sampai vaksin Hib diperkenalkan untuk bayi. Neisseria meningitidis dan Streptococcus pneumoniae akun untuk sebagian besar kasus meningitis bakteri di Vaksin AS yang tersedia untuk kedua Neisseria meningitidis dan Streptococcus pneumoniae. Mereka dianjurkan untuk semua anak-anak dan orang dewasa yang beresiko khusus.

Bakteri dapat menyebar dari orang ke orang melalui batuk dan bersin. Jika Anda adalah sekitar seseorang yang memiliki meningitis bakteri, hubungi dokter untuk meminta langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil untuk menghindari infeksi.

Dalam banyak kasus, meningitis bakteri terjadi ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah dari sinus, telinga, atau bagian lain dari saluran pernapasan bagian atas. Bakteri kemudian melakukan perjalanan melalui aliran darah ke otak.

Viral meningitis lebih sering daripada bentuk bakteri dan umumnya – tapi tidak selalu – kurang serius. Hal ini dapat dipicu oleh sejumlah virus, termasuk beberapa yang dapat menyebabkan diare.

Gejala umum penyakit meningitis

Gejala awal yang menyertai serangan penyakit ini sangat mirip dengan gejala flu biasa. Beberapa gejala yang biasa nampak terutama pada balita yang berusia 2 tahun atau lebih adalah demam yang datang tiba-tiba, sakit kepala, leher kaku, muntah, susah tidur, sensitif terhadap cahaya, hilang nafsu makan, dan terkadang mengalami bercak merah pada kulit.

Bagaimana cara dokter mendiagnosa meningitis?

Jika ayah bunda mendapati tanda-tanda sebagaimana dijelaskan diatas pada si buah hati, ada baiknya segera menemui dokter untuk mendapatkan diagnosa lebih lanjut. Saat menemui dokter, biasanya dokter akan bertanya terlebih dahulu tentang perkembangan dan sejarah kesehatan si kecil kemudian melakukan beberapa tes sebagai langkah identifikasi lanjut.

Untuk mengidentifikasi penyakit meningitis termasuk mengetahui penyebabnya, dokter biasanya akan mengambil sampel dari cairan spinal menggunakan tehnik tertentu (Spinal tap). Jika diketahui penyebabnya adalah bakteri, maka dokter akan memberikan obat berupa antibiotik yang sesuai untuk membuhun bakteri tersebut. Untuk melihat kondisi infeksi pada selaput otak, dokter juga biasa menggunakan mesin MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT Scan.

*pic ocb.media.com

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here