Serangan Jantung Diam

SehatFresh.com – Serangan jantung bisa mematikan. Siapa saja bisa terkena serangan jantung. Serangan jantung dapat terjadi tanpa gejala yang khas. Gejala bisa begitu ringan sehingga seringkali tidak disadari, bahkan mungkin tidak ada gejala sama sekali. Kerusakan jantung biasanya terdeteksi pada saat elektrokardiogram rutin (EKG) yang mencatat sinyal elektrik jantung. Risiko penyakit jantung yang lebih parah menjadi lebih besar karena kurangnya perawatan dan intervensi. Gejala serangan jantung diam ini ditandai dengan gagal jantung atau gangguan irama jantung setelah kerusakan hati sudah ada.

Serangan jantung diam adalah serangkaian komplikasi yang dapat menyebabkan kerusakan jantung lebih parah. Serangan jantung kedua dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan dan semakin menunjukan gejala. Risiko kematian dini semakin tinggi jika serangan jantung tidak terdeteksi. Kerusakan jantung dari serangan jantung diam dapat menyebabkan kematian mendadak karena gangguan irama jantung atau gagal jantung akibat pembesaran otot jantung.

Gejala serangan jantung diam seringkali tampak namun tidak dikenali. Gejala bisa menjadi sangat ringan. Sejumlah keluhan fisik yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas, sering pingsan, beberapa organ tubuh membiru, serta dan adanya pembengkakan perut dan kaki. Gangguan pencernaan ringan, pusing, kelemahan, berkeringat dan kelelahan mendadak telah dikaitkan dengan gejala serangan jantung diam. Bagi penderita diabetes, gejala mungkin tidak tampak sama sekali.

Serangan jantung diam terjadi ketika aliran darah tersumbat di arteri koroner karena adanya plak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serangan jantung diam lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Faktor risiko serangan jantung diam ini sama dengan faktor risiko serangan jantung biasa, yang mencakup tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, riwayat keluarga penyakit jantung, obesitas dan usia.

Pemeriksaan elektrokardiogram rutin, stress test atau echocardiogram dapat menunjukkan indikasi serangan jantung diam. Selama echocardiogram, dokter dapat melihat ada atau tidaknya kerusakan otot jantung. Elektrokardiogram dapat mengungkapkan kelainan pada konduksi sinyal elektrik jantung, yang mengarah pada dugaan penyakit jantung dan serangan jantung yang tidak dikenal.

Penyakit jantung adalah penyakit yang tidak dapat dideteksi awalnya dengan lebih spesifik. Skrining jantung rutin serta pemeriksaan kolesterol, tekanan darah dan tes elektrokardiogram tahunan dapat mengurangi faktor risiko serangan jantung diam. Tes skrining jantung sangat penting terutama bagi penderita diabetes yang membutuhkan kontrol agresif terhadap faktor risiko yang dapat menyebabkan serangan jantung. Penderita diabetes, orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung dan mereka yang berisiko serangan jantung karena obesitas, tekanan darah tinggi dan orang yang jarang olahraga harus fokus pada intervensi gaya hidup yang lebih sehat.

Sumber gambar : muarafarma.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY