Sering Mandi Air Panas dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketidaksuburan merupakan masalah yang dimiliki oleh setiap satu dari enam pasangan yang sedang merencanakan mempunyai momongan dari segala ras, suku, etnis dan latar belakang berbeda. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti University of Carolina, bagi seorang pria yang mengalami kesulitan membuahi pasangannya, mungkin dapat menghindari mandi berendam air panas atau sauna untuk sementara waktu. Apa alasannya?

Dalam studi penelitian tersebut menunjukan bahwa adanya penurunan secara signifikan dalam jumlah produksi sperma pada saat testis berulang kali terkena suhu panas. Sebuah penelitian membuktikan jika meningkatnya suhu testis melalui kegiatan yang menghasilkan panas di sekitar skrotum, seperti aktivitas berendam air panas, sauna, memakai celana ketat atau bersepeda dapat menyebabkan penurunan kualitas dan jumlah produksivitas sperma seorang pria. Oeh sebab itu, dijelaskan oleh para peneliti jika terlalu sering berendam air panas dapat mengurangi kesuburan pria.

Dalam intensitas dan frekuensi sewajarnya, beberapa kegiatan yang disebutkan di atas tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kesuburan pria. Namun, berbeda halnya dengan pria yang memang memiliki jumlah sperma sedikit, mungkin dapat meninggalkan kegiatan ini untuk sementara waktu jika anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan.

Berdasarkan sebuah laporan dari Journal of Brazilian Society of Urology juga menunjukkan bahwa suhu panas dari penggunaan laptop dan mengenakan pakaian ketat dapat mengurangi kesuburan pria. Ada juga beberapa bukti bahwa paparan suhu panas dapat merusak DNA sperma pria.

Inilah alasan kenapa testis berada di luar tubuh pria dan berada dalam lindungan skrotum. Sperma akan berada pada kondisi paling prima saat berada di lingkungan bersuhu dingin (di bawah suhu tubuh normal).

Kendati demikian, kerusakan atau masalah ketidaksuburuan pria ini tidaklah permanen. Namun, memang dibutuhkan waktu empat hingga enam bulan setelah (sering) berendam air panas agar jumlah sperma pria kembali dalam batas normal. Leboh lanjut, tim peneliti dari University of Carolina menemukan jika setelah seorang priayang menghindari berendam air panas atau sauna selama tiga sampai enam bulan ditemukan adanya peningkatan lima kali lipat jumlah sperma secara dramatis.

Jumlah sperma yang diteliti pada5 dari 11 pria dengan masalah kesuburan melonjak 491 persen setelah berhenti berendam air panas selama beberapa bulan penelitian. Pergerakan laju sperma pria juga disebutkan mengalami peningkatan dari yang semula hanya 12 persen menjadi 34 persen pada kelompok pria yang “puasa” berendam air panas atau sauna.

Lebih lanjut, para peneliti menyatakan bahwa dampak ketidaksuburan hanya bisa terjadi pada pria yang sering berendam air panas, namun hal ini tak akan membahayakan jika seorang pria memilih mandi air panas dengan menggunakan shower. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here