Sering Menguap? Penyebabnya Bisa Penyakit Serius

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menguap merupakan salah satu respon alami tubuh dan kebanyakan orang berpikir menguap disebabkan oleh rasa kantuk. Menguap memang biasanya terjadi ketika terjadi penurunan kadar oksigen atau peningkatan suhu di otak, misalnya ketika merasa lelah atau bosan. Meski umumnya tidak berbahaya, menguap terlalu sering bisa menjadi tanda penyakit tertentu yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

  • Terlalu banyak kafein

Minuman berkafein, terutama kopi, mungkin ampuh untuk menangkal kantuk. Tapi, konsumsinya secara berlebihan justru dapat memicu kelelahan dan membuat Anda terus menguap. Setelah minum kafein, tubuh mungkin terasa segar kembali, tapi Anda akan merasa lebih lelah beberapa jam setelahnya.

  • Anemia

Anemia defisiensi besi mengakibatkan tubuh tidak mempunyai cukup kadar zat besi untuk mendukung produksi sel darah merah yang sehat. Hal ini membuat penderitanya mudah kelelahan dan merasakan kantuk berlebih sehingga cenderung menguap secara berlebihan.

  • Narkolepsi

Wajar jika tubuh terasa lelah setelah bekerja seharian dan Anda mulai menguap menjelang malam. Akan tetapi, beberapa orang ada yang mengalami kelelahan berkelanjutan dan susah mengendalikan rasa kantuk. Kondisi ini disebut narkolepsi, yaitu gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk sepanjang hari. Bahkan, penderitanya bisa tertidur secara tiba-tiba di mana pun ia berada. Karenanya, penderita narkolepsi cenderung menguap secara berlebihan.

  • Gangguan kecemasan

Tubuh memiliki kecenderungan untuk hiperventilasi (bernapas secara berlebihan) ketika mengalami kecemasan. Salah satu cara tubuh merespon mekanisme tersebut adalah menguap. Dengan menguap, tulang rusuk akan melebar dan mengirimkan sinyal ke otak guna memberitahu tubuh untuk lebih rileks.

  • Reaksi vasovagal

Selama reaksi vasovagal, terjadi peningkatan aktivitas pada saraf vagus (saraf kranial terpanjang dari otak, tenggorokan hingga perut). Pada beberapa orang, reaksi vasovagal dapat menyebabkan penurunan detak jantung dan tekanan darah.

Jika reaksinya ringan, gejala umumnya hanya menguap serta merasa cemas atau gelisah. Pada tingkat yang lebih parah, penderitanya bisa mengalami pusing, mual, detak jantung tidak normal, dan bahkan tidak sadarkan diri. Terjadinya reaksi vasovagal dapat dipicu sejumlah kondisi medis yang serius, diantaranya multiple sclerosis, gagal hati, epilepsi, tumor otak, ensefalitis, dan perdarahan di sekitar aorta.

Karena penyebabnya beragam, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika belakangan ini Anda lebih sering menguap dari biasanya. Terutama jika ada gejala lain yang menyertainya. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY