Sering Migrain, Tanda Kadar Estrogen Tidak Normal pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Migrain atau yang dikenal juga dengan sakit kepala sebelah adalah keluhan nyeri pada kepala yang membuat penderitannya merasa tidak nyaman. Selama ini yang kita ketahui tentang migrain hanyalah sakit kepala biasa saja, tapi ternyata migrain juga memiliki tingkat sakit mulai dari ringan hingga berat sampai orang yang mengalaminya merasa sangat tidak nyaman.

Selain memiliki tingkatan, migrain juga memiliki 3 jenis. Jenis-jenis migrain meliputi migrain tanpa aura, migrain dengan aura dan juga aura migrain tanpa sakit kepala. Pada wanita migrain sering dikaitkan dengan adanya perubahan hormon seks khususnya estrogen sehingga memicu seringnya wanita mengalami migrain, bahkan wanita bisa mengalami migrain sebanyak 3 kali jika sedang dalam masa subur.

Jika wanita mengalami migrain karena perubahan hormon estrogen saat masa subur, bagaimana dengan pria yang mempunyai kadar estrogen rendah tapi sering mengalami migrain?

Beberapa peneliti telah mencoba membuktikan keterkaitan kadar estrogen dengan kejadian migrain pada pria, tapi banyak mengalami kegagalan atau tidak menemukan kepastian hubungan kadar estrogen yang tidak normal dengan migrain yang sering dirasakan oleh pria. Hingga akhirnya ada penelitian yang berhasil membuktikan keterkaitan estrogen dengan seringnya seorang pria mengalami migrain.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Van Oosterhout dengan temannya yang melibatkan responden pria berusia rata-rata 47 tahun. Penelitian ini menggunakan dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah 17 pria yang sering mengalami migrain sedikitnya 3 kali dalam sebulan, dan satu kelompok lagi berjumlah 22 pria sehat yang tidak pernah mengalami migrain sebagai variabel kontrolnya.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan responden dengan kriteria memiliki berat badan ideal sesuai usia dan indeks massa tubuh serta tidak mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi kadar hormon.

Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel darah responden setiap tiga jam sekali, dalam satu hari akan ada empat sampel darah dari masing-masing responden diperiksa untuk mengetahui kadar hormon mereka meliputi hormon estradiol, testosteron dan estrogen. Ada perlakuan khusus pada reponden yang mengalami migrain yaitu sampel darah diambil saat mereka tidak mengalami migrain dan juga ada sampel darah yang diambil setiap hari sampai responden mengalami migrain.

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Van Oosterhout dan timnya menyatakan bahwa ditemukan dari responden pria dengan tingkat estrogen tinggi akan mengalami migrain.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkann bahwa tingkat estroen yang tidak normall dapat mempengaruhi pria mengalami migrain khususnya saat estrogen pada pria dalam kadar yang tinggi. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here