Serviks Inkompeten

SehatFresh.com – Selama kehamilan, bayi semakin bertumbuh dan semakin menekan serviks (leher rahim). Tekanan ini dapat menyebabkan leher rahim mulai membuka sebelum bayi siap untuk dilahirkan. Kondisi ini disebut serviks inkompeten atau lemah leher rahim, dan dapat menyebabkan keguguran atau persalinan prematur.

Serviks inkompeten dalam kehamilan bisa disebabkan oleh satu atau lebih dari kondisi berikut :

  1. Riwayat serviks inkompeten sebelumnya
  2. Trauma atau pernah menjalani prosedur yang melibatkan serviks
  3. Konisasi (prosedur  untuk membuang  jaringan dari serviks dan kanalis serviks yang berbentuk kerucut) atau biopsi (pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan laboratorium) pada serviks
  4. Kelainan anatomis pada serviks
  5. Paparan DES (dietilstilbestrol), yaitu hormon estrogen buatan yang diberikan kepada wanita hamil untuk mengurangi risiko keguguran

Serviks inkompeten memang jarang terjadi. Namun, seorang wanita hamil bisa saja mengalami ketuban pecah sebelum waktunya, kelahiran prematur, bahkan keguguran jika memiliki serviks inkompeten. Jika seorang wanita sering mengalami keguguran tanpa sebab yang jelas (penyakit maupun terjatuh), maka ada kemungkinan memiliki serviks inkompeten. Pasalnya, seorang wanita yang pernah mengalami masalah ini di kehamilan sebelumnya, maka ada kemungkinan masalah serupa dapat terulang di masa kehamilan berikutnya.

Serviks inkompeten biasanya baru terdiagnosis bila telah terjadi keguguran pada trimester kedua atau ketiga. Namun, ibu hamil dapat dievaluasi sebelum kehamilan, atau pada awal kehamilan dengan USG, jika mereka memiliki salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan serviks inkompeten. Diagnosis dapat dibuat oleh dokter melalui pemeriksaan panggul atau USG. USG digunakan untuk mengukur pembukaan atau panjang serviks.

Perawatan untuk serviks inkompetem adalah prosedur menjahit serviks untuk memperkuatnya. Prosedur ini disebut cerclage dan biasanya dilakukan antara minggu 14-16 kehamilan. Jahitan akan dibuang antara 36-38 minggu untuk mencegah masalah ketika kelahiran. Pembuangan cerclage tidak mengakibatkan kelahiran bayi spontan. Namun, seorang wanita tidak memenuhi syarat untuk cerclage jika mengalami iritasi pada serviks, serviks telah melebar 4 cm dan membran telah pecah.

Kemungkinan komplikasi cerclage serviks meliputi ruptur uteri, perdarahan ibu, kandung kemih pecah, luka gores serviks, persalinan prematur dan membran ketuban pecah dini. Kemungkinan risiko ini sangat minim, dan sebagian besar penyedia perawatan kesehatan menganggap bahwa cerclage adalah prosedur yang aman.

Sumber gambar : www.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY