Servisitis, Serviks Meradang

SehatFresh.com – Selain kanker payudara, kanker serviks (leher rahim) juga menjadi ancaman menakutkan bagi para wanita. Tidak hanya kanker yang memengaruhi serviks, serviks juga bisa mengalami peradangan. Peradangan pada serviks ini disebut servisitis. Seperti halnya jaringan dalam tubuh, serviks bisa meradang karena sejumlah alasan.

Penyebab paling umum dari peradangan pada serviks adalah infeksi. Infeksi yang menyebabkan servisitis mungkin disebabkan oleh aktivitas seksual, tetapi ini tidak mutlak. Servisitis dikategorikan sebagai akut atau kronis. Servisitis akut muncul tiba-tiba, sedangkan servisitis kronis bisa berlangsung selama beberapa bulan.

Servisitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti herpes, klamidia, trikomoniasis, human papillomavirus (HPV) dan gonorea. Infeksi juga bisa terkait faktor lain seperti alergi terhadap spermisida atau kondom lateks, atau sensitivitas terhadap bahan kimia yang ditemukan dalam pembalut. Ketidakseimbangan bakteri vagina juga dapat menyebabkan servisitis. Servisitis kronis seringkali terjadi setelah melahirkan. Ini juga bisa terjadi selama kehamilan karena kadar hormon meningkat menyebabkan peningkatan aliran darah ke leher rahim.

Beberapa wanita tidak menunjukkan gejala servisitis yang jelas. Secara umum, gejalanya meliputi pendarahan vagina abnormal, keluarnya cairan vagina keabuan yang mungkin berbau, nyeri selama hubungan seksual, panggul terasa tertekan dan nyeri punggung. Ketika serviks menjadi sangat meradang, ini dapat mengakibatkan luka terbuka. Keputihan seperti nanah adalah gejala servisitis yang parah ini.

Jika Anda curiga mengalami gejala servisitis, tentunya sangat penting untuk segera memeriksakannya pada dokter guna memastikan itu adalah gejala servisitis atau bukan. Gejala-gejala servisitis juga dapat menjadi tanda kondisi vagina lainnya. Kadang-kadang, servisitis ditemukan selama pemeriksaan rutin (seperti pap smear) walaupun sebelumnya tidak mengalami gejala jelas yang mengarah pada servisitis. Tidak ada pengobatan baku untuk servisitis. Dokter akan menentukan rencana pengobatan terbaik berdasarkan beberapa faktor termasuk kesehatan secara keseluruhan, riwayat kesehatan, tingkat keparahan gejala dan luasnya peradangan.

Servisitis yang disebabkan oleh gonore atau klamidia juga bisa memengaruhi lapisan rahim dan saluran telur, yang pada gilirannya menyebabkan penyakit radang panggul (PRP). Penyakit ini menyebabkan nyeri panggul dan debit vagina tambahan disertai demam. PRP yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Ada cara untuk mengurangi risiko terkena servisitis. Mengurangi risiko tertular penyakit menular seksual dengan menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seksual adalah langkah pencegahan utamanya. Menghindari douching (cuci vagina dengan semprotan air atau campuran cairan lainnya) dan tidak memakai pembalut berparfum dapat mengurangi risiko terjadinya reaksi alergi dan infeksi pada vagina.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY