Sindrom Iritabilitas Pada Pria

SehatFresh.com – Tidak hanya wanita, pria juga bisa mengalami mood yang tidak stabil. Akibatnya, ia menjadi mudah marah dan perubahan suasana hati dapat memengaruhi hubungan mereka dengan orang lain baik pribadi, sosial mau pun profesional. Menjadi mudah marah mungkin hanya menjadi masalah jangka pendek sebagai akibat dari situasi stres. Akan tetapi, hal ini juga bisa menjadi masalah yang lebih kompleks yang membutuhkan perawatan profesional. Jika Anda merasa tidak bisa menangani kemarahan Anda, Anda mungkin harus mencari bantuan dari dokter atau terapis.

U.S. National Library of Medicine menjelaskan ada suatu kondisi yang disebut Irritable Syndrome Male (sindrom iritabilitas pada pria). Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon kortisol yang terlampau tinggi dan kadar testosteron yang rendah. Hal ini terutama memengaruhi pria antara usia 40-an dan 60-an. Kondisi ini perlu didiagnosa oleh dokter ahli. Penyebab dari kondisi ini terkait dengan stres, baik itu stres di tempat kerja, masalah hubungan dan kendala keuangan. Pada gilirannya, stres adalah faktor penyebab kadar hormon menjadi tidak seimbang.

Beberapa tanda-tanda dari sindrom iritabilitas pada pria meliputi kesedihan, penarikan diri, frustrasi, sarkasme dan perilaku argumentatif. Ketika Anda berada dalam situasi stres atau mengalami peristiwa yang membuat sedih, Anda mungkin memperlihatkan gejala iritabilitas lebih umum, seperti membalas dengan gertakan, agitasi, berteriak atau menyalahkan orang lain.

Iritabilitas pada pria dapat menyebabkan masalah dalam hubungan. Hal ini bermula dengan komunikasi. Jika Anda menjadi mudah marah terhadap siapa pun, termasuk rekan kerja atau rekan bisnis, kemarahan Anda dapat merusak hubungan dan kepercayaan mereka. Iritabilitas juga dapat mengganggu pola hidup di mana Anda tidak bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup atau mengalami masalah kecemasan.

Karena produksi testosteron dapat menurun seiring dengan pertambahan usia, hal ini dapat membuat pria menjadi lebih “sensitif”. Terkait penyebab hormonal ini, dokter mungkin merekomendasikan suntikan testosteron melalui terapi penggantian hormon. Jika masalah testosteron tidak terkait dengan masalah medis, Anda mungkin dirujuk untuk pergi ke terapis. Ahli terapi dapat membantu Anda menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan stres dengan teknik yang tepat dan menentukan apakah sikap mudah marah Anda terkait dengan depresi atau tidak.

Sumber gambar : boombastis.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY