Sindrom Malabsorbsi

Malabsorbsi adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan kehilangan kemampuan untuk menyerap nutrisi tertentu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit ataupun efek samping dari suatu jenis obat-obatan atau prosedur bedah. Tiga gangguan malabsorbsi yang umum terjadi pada orang dewasa adalah sariawan, laktosa intoleransi, dan sindrom usus pendek. Intoleransi laktosa adalah kelainan malabsorbsi yang paling umum, diikuti oleh peradangan usus, nontropical (celiac), sariawan, dan fibrosis kistik.

Umumnya, sindrom malabsorbsi terjadi karena kelainan yang berhubungan langsung dengan pencernaan makanan maupun karena kelainan yang secara langsung mempengaruhi proses penyerapan makanan. Salah satu penyebab yang paling umum dari gangguan ini adalah kurangnya enzim pencernaan. Enzim merupakan protein yang dibutuhkan tubuh untuk memecah makanan menjadi partikel yang lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh dinding dalam usus.

Dalam keadaan normal, zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam aliran darah, terutama dari usus kecil. Pada sebagian orang, enzim yang dihasilkan tubuh tidak mencukupi karena berbagai faktor misalnya genetik, usia, atau penyakit tertentu. Pada orang dengan kondisi medis tertentu, tubuh menghasilkan enzim atau empedu yang tidak sesuai dengan kebutuhan dalam mencerna makanan. Penyakit tersebut diantaranya pankreatitis, fibrosis kistik dan penyumbatan saluran empedu.

Orang dengan sindrom malabsorbsi biasanya mengalami gejala seperti kembung di perut, penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan, diare, rasa tidak nyaman di perut, dan suara usus yang meningkat. Gejala yang ditimbulkan pun bervariasi tergantung dari jenis enzim yang mengalami kekurangan. Contohnya jika terjadi malabsorbsi disebabkan kekurangan enzim lactase, maka penderita akan  mengalami diare yang parah, perut kembung dan flatulen (banyak buang angin) setelah minum susu.

Pada dasarnya, diagnosis untuk sindrom malabsorbsi bertujuan untuk mengetahui gejala yang dialami memiliki kesesuaian dengan pertanda yang menjadi ciri gangguan ini. Selain itu, diagnosis juga dapat dilakukan untuk menemukan penyebab dan tingkatan penyakit yang akan menjadi runutan ketika memilih metode pengobatan. Maka dari itu, perlu dilakukan berbagai pemeriksaan terhadap daerah tubuh penderita yang terkena infeksi. Salah satu metode diagnosis yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan pankreas dan biopsi.

Pengobatan medis untuk mengatasi sindrom malabsorbsi tergantung pada apa yang menjadi penyebabnya. Biasanya pengobatan utama untuk masalah ini adalah dengan menerapkan perubahan pola makan atau melibatkan suplemen diet khusus untuk menggantikan nutrisi yang tidak bisa diserap oleh tubuh. Dalam beberapa kasus, nutrisi dapat diberikan secara intravena, bersama dengan cairan jika Anda sudah mengalami dehidrasi. Jika gangguan disebabkan infeksi, maka penderita bisa diberikan antibiotik. Jika masalahnya ada pada enzim, maka penderita akan diberi suplemen yang memiliki kandungan enzim lengkap terutama amilase, protease, dan lipase untuk membantu tubuh dalam mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Suplemen enzim juga ada yang dilengkapi dengan zat anti kembung seperti dimetilpolisiloksan dan vitamin B kompleks yang juga membantu metabolisme energy dalam tubuh.

*pic sehataja.com

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here