Sindrom Metabolik Dan Faktor Risikonya

SehatFresh.com – Sindrom metabolik merupakan kondisi kesehatan yang dialami banyak orang, namun belum banyak orang yang mengetahuinya. Sindrom metabolik sendiri masih diperdebatkan di kalangan para ahli. Pasalnya, tidak semua dokter setuju bahwa sindrom metabolik harus dilihat sebagai kondisi kesehatan yang berbeda. Jadi seperti apa sindrom metabolik itu?

Sindrom metabolik adalah suatu kondisi medis yang ditandai oleh adanya faktor risiko tertentu yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit jantung. Pola makan tinggi kalori yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan risiko pengembangan sindrom metabolik. Jika seseorang memiliki tiga atau beberapa karakteristik sindrom metabolik, maka ia berada pada peningkatan risiko yang signifikan terhadap pengembangan penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, serangan jantung atau stroke.

Apa saja faktor risikonya?

  • Peningkatan lemak perut
    Karakteristik utama dari sindrom metabolik adalah peningkatan berat badan, terutama berat badan yang dibawa dari sekitar pinggang. Wanita dan pria yang memiliki lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci dan 40 inci, dapat diklasifikasikan memiliki sindrom metabolik. Anda dapat menurunkan risiko sindrom metabolik dengan mempertahankan diet harian yang sehat serta berolahraga secara teratur.
  • Tekanan darah tinggi
    Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko sindrom metabolik. Tekanan darah tinggi dapat merusak otot jantung dengan memaksanya bekerja lebih keras dari biasanya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pria dan wanita dengan tekanan darah 130/85 mm Hg atau lebih tinggi dapat dikategorikan memiliki sindrom metabolik.
  • Gula darah tinggi
    Kadar gula darah tinggi (hyperclycemia) yang merupakan gejala umum diabetes, dapat melemahkan dan merusak pembuluh darah ke seluruh tubuh. Jika Anda memiliki tingkat gula darah puasa 110 mg/dL atau lebih tinggi, Anda beresiko didiagnosis dengan sindrom metabolik.
  • Trigliserida tinggi
    Tingginya kadar lemak (trigliserida) dalam darah dapat mengganggu kemampuan jantung untuk berfungsi secara efisien. Trigliserida dapat menumpuk dalam arteri dan pembuluh darah ke seluruh tubuh, sehingga sulit bagi jantung untuk memompa darah ke organ tubuh lainnya. Pria dan wanita dengan tingkat trigliserida 150 mg/dL atau lebih tinggi lebih rentan untuk mengembangkan sindrom metabolik.
  • Rendahnya kadar kolesterol baik
    Kolesterol HDL diklasifikasikan sebagai “kolesterol baik”. Menurut The American Heart Association, kadar HDL yang tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung. Pria dan wanita dengan tingkat HDL di bawah 40mg/dL atau 50mg/dL, masing-masing berada pada peningkatan risiko memiliki sindrom metabolik.

Faktor-faktor risiko tersebut meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah hingga dua kali lipat, yang dapat memicu serangan jantung dan stroke. Faktor-faktor risiko tersebut juga meningkatkan risiko diabetes hingga lima kali lipat. Jika Anda didiagnosis memiliki sindrom metabolik, Anda mungkin merasa cemas. Hal tersebut wajar, namun lebih baik jika Anda menerimanya sebagai tanda peringatan agar Anda mulai serius meningkatkan kualitas kesehatan Anda. Anda harus membiasakan pola hidup sehat. Mulalilah lakukan perubahan sederhana terhadap kebiasaan Anda saat ini untuk mencegah datangnya penyakit serius di masa depan. Sindrom metabolik dapat dikelola terutama dengan perubahan gaya hidup.

Sumber gambar : www.huffingtonpost.co.uk

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY