Sindrom Nefrotik pada Kehamilan

SehatFresh.com – Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein di dalam urine. Meski jarang terjadi, sindrom nefrotik ini dapat dialami oleh siapa saja. Tetapi sindrom nefrotik umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama yang berusia di antara dua sampai lima tahun.

Bagi wanita dengan penyakit ginjal yang mempertimbangkan hamil ada dua pertanyaan yang dibutuhkan untuk menolong pasien membuat keputusan yang tepat: Apa pengaruh penyakit ginjal pada kehamilan dan hasilnya, terutama terhadap morbiditas dan mortalitas janin. Penyakit ginjal  berhubungan  dengan  gagal  plasenta,  perlambatan  pertumbuhan  dalam  rahim, partus prematurus, bayi kecil. Tetapi risiko ini tidak sama pada semua wanita hamil dengan penyakit ginjal.

Kehamilan juga berpengaruh secara mekanis dan hormonal terhadap fungsi saluran urin yang secara embriologis berasal dari saluran reproduksi. Pengaturan kerja fisiologis ginjal dapat menginduksi perubahan yang bisa membahayakan kehamilan, serta meninggalkan penyakit yang menetap dan progresif bagi ibu hamil. Kehamilan bersamaan dengan perubahan anatomi, fungsi ginjal, dan regulasi volume cairan tubuh.

Profil klinis penyakit parenkim ginjal selama kehamilan  masih belum banyak dipahami. Belum banyak studi prospektif  yang menyelidiki hubungan klinis dan histologisnya. Analisis retrospektif menunjukkan bahwa penyakit ginjal progresif berbahaya bagi kehamilan. Pada kreatinin serum > 3 mg% dan urea nitrogen darah > 30 mg%  jarang didapatkan kehamilan bisa normal.

Ibu hamil dengan penurunan fungsi ginjal yang ringan sampai sedang dilaporkan dapat melahirkan bayi dengan selamat, tetapi ada juga yang melaporkan pasien sampai menjalani hemodialisis intermiten pada keadaan fungsi ginjal yang memburuk. Jika penyakit parenkim ginjal tidak berhubungan dengan hipertensi, kehamilan dapat berlanjut tanpa banyak komplikasi.

Sindrom nefrotik adalah kelainan kompleks yang  ditandai oleh sejumlah gambaran kelainan ginjal dan non ginjal. Sindrom nefrotik dikategorikan dalam bentuk primer dan sekunder. Bentuk primer sekarang dikenal  dengan istilah sindrom nefrotik idiopatik yang berhubungan dengan kelainan   primer parenkim ginjal dan sebabnya tidak diketahui.

Sedangkan bentuk sekunder disebabkan oleh penyakit tertentu seperti keganasan, toksin, ganggua sirkulasi  mekanik, purpura anafilaktoid, lupus eritomatosus sistemik, diabetes melitus, sickle cell disease, dan sifilis.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY