Sirosis atau Penyakit Hati yang Mematikan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hati (liver) merupakan salah satu organ yang sangat vital bagi kehidupan. Salah satu tugas organ ini adalah memurnikan darah dari racun yang masuk ke dalam sistem tubuh. Sama seperti organ vital lainnya, hati juga bisa mengalami kerusakan akibat gaya hidup yang buruk. Semakin lama, kerusakan tersebut bisa semakin parah. Untuk bisa pulih kembali, tak jarang penderitanya memerlukan transplantasi hati. Kebutuhan transplantasi hati di dunia pun semakin tinggi seiring dengan semakin banyaknya kasus sirosis. Pernahkah Anda mendengar penyakit ini?

Sirosis adalah kondisi di mana pada hati terdapat jaringan parut yang disebabkan oleh kerusakan hati jangka panjang. Jaringan parut tersebut menggantikan jaringan sehat pada hati sehingga hati tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Munculnya jaringan parut pada hati disebabkan oleh berbagai hal. Dalam kebanyakan kasus, penyebabnya adalah kebiasaan minum alkohol.

Konsumsi alkohol berlebih dapat memicu alkoholisme hingga penyakit hati alkoholik. Kebiasaan minum alkohol melebihi batas aman (2 takaran untuk pria, 1 takaran untuk wanita) per hari meningkatkan risiko sirosis, terutama pada mereka yang sudah kecanduan alkohol lebih dari 10 tahun.

Di sisi lain, bukan pecandu alkohol juga bisa terkena sirosis. Mereka yang menderita non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) menjadi lebih berisiko terhadap sirosis akibat adanya perlemakan pada hati yang dibiarkan kronis. Perlemakan hati tersebut bisa terjadi karena obesitas, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok. Selain itu, sirosis juga dapat disebabkan oleh hepatitis. Virus hepatitis dapat merusak dan membuat hati meradang. Semakin lama, kerusakan hati akibat hepatitis tersebut dapat berkembang menjadi jaringan parut yang mengarah ke sirosis.

Seiring dengan fungsi hati yang perlahan menurun, penderita sirosis umumnya mengalami gejala penurunan nafsu makan, mudah lelah, sering mual, kulit sering gatal, mengantuk berlebihan, linglung, bagian tubuh mudah memar dan berdarah, retensi cairan, serta kulit dan mata menguning (jaundice). Sayangnya, gejala peringatan awal sirosis tak selalu tampak jelas karena perkembangan sirosis umumnya memakan waktu bertahun-tahun. Gejala biasanya baru muncul ketika kerusakan hati sudah meluas.

Kerusakan hati akibat sirosis tidak dapat dipulihkan, dan pada akhirnya hati berhenti berfungsi. Jika terjadi demikian, penderitanya bisa mengalami gagal hati dan bahkan kegagalan multi organ. Memiliki sirosis juga membuat penderitanya menjadi lebih berisiko mengidap kanker hati. Pengobatan umumnya ditujukan memperlambat perkembangan jaringan parut dan mencegah komplikasi. Transplantasi hati biasanya menjadi pilihan pengobatan terakhir. Di sisi lain, transplantasi ini prosesnya cukup rumit karena selain biayanya mahal, menunggu adanya donor bisa memakan waktu bertahun-tahun. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY