Solusi untuk Bayi Dengan Alergi Susu Sapi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika alergi susu saat masa pertumbuhan bayi cukup membuat orangtua bingung. Hal itu dikarenakan bayi sangat membutuhkan asupan nutrisi yang terkandung di dalam susu. Pada situasi inilah orangtua harus mencari alternatif untuk mengatasi agar nutrisi bayi tetap terjaga. Lantas bagaimana caranya?

Apa bedanya alergi susu sapi dengan laktosa intoleran?

Ada hal yang perlu diketahui bahwa alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa merupakan dua hal yang cukup berbeda. Dengan demikian, jangan sampai orangtua salah pengertian atau salah mencari informasi terkait hal ini.

Alergi susu sapi merupakan situasi ketika sistem kekebalan anak (bayi) memiliki respons yang tak normal terhadap kandungan protein yang terdapat di dalam susu. Bayi yang alergi susu sapi umumnya menunjukkan gejala-gejala tidak normal seperti napas berbunyi (mengi), muntah, gatal-gatal, hingga mengalami gangguan pencernaan.

Sementara itu laktosa intoleran merupakan situasi ketika anak (bayi) mengidap ketidakmampuan dalam mencerna laktosa, gula alami yang terkandung di dalam susu. Gejala yang muncul seperti kembung, diare, kram perut bagian bawah, hingga muntah. Umumnya gejala tersebut muncul 30 menit hingga 2 jam setelah meminum susu atau produk olahan susu lainnya.

Jika bayi alergi susu sapi, bawalah ke dokter

Apabila bayi mengalami alergi susu sapi, disarankan agar segera membawa untuk menjalani pemeriksaan ke dokter anak. Hal tersebut untuk memastikan diagnosis, setelah dokter melakukan beberapa pemeriksaan kepada bayi. Pemeriksaan itu bisa feses, darah, atau tes alergi pada kulit bayi.

Selain dibawa ke dokter, hal ini juga bisa dilakukan

Di rumah sakit dokter biasanya juga akan memberikan susu kepada bayi. Hal itu dengan tujuan untuk memastikan apakah bayi benar-benar mengalami alergi susu atau tidak. Apabila hasilnya positif, makalangkah berikut ini bisa dilakukan orangtua untuk merawat bayinya ketika kembali di rumah:

  • Tidak memberikan susu sapi atau produk lain yang mengandung susu sapi.

Orangtua perlu menghindari susu sapi atau produk olahan yang mengandung susu sapi untuk bayi. Orangtua yang banyinya masih menyusui juga dianjurkan tidak mengkonsumsi susu sapi. Hal itu karena protein susu yang membuat alergi bisa menyatu ke dalam ASI.

  • Ganti susu dengan berbahan dasar kedelai.

Jika bayi alergi terhadap susu sapi, umumnya dokter akan memberikan anjuran pada orangtua agar memberikan susu yang berbahan kedelai. Susu berbahan kedelai bisa menjadi alternatif bagi bayi untuk tetap mendapatkan asupan nutrisi.

  • Strategi lain yang bisa dilakukan

Banyak penelitian menyebutkan jika anak (bayi) yang tak mengonsumsi susu sapi memiliki kecenderungan kekurangan vitamin D. Kondisi ini bisa disiasati dengan memberi makanan sebagai pengganti nutrisinya. Makanan yang mengandung banyak vitamin D seperti brokoli, bayam, produk olahan kedelai, ikan tuna, ikan salmon, sarden, hingga telur. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here