Stadium Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ginekologi yang umum, khususnya di kalangan wanita usia subur. Endometriosis bisa menjadi penyakit yang melemahkan bagi beberapa wanita yang mengalami sakit berkelanjutan, sementara yang lain mungkin asimtomatik (tanpa gejala). Kondisi ini juga berhubungan dengan infertilitas. Menurut The American Society for Reproductive Medicine, endometriosis dapat ditemukan dalam 24 sampai 50 persen dari wanita yang mengalami infertilitas.

Implan endometrium dalam pelvis menanggapi estrogen dan menebal, tumbuh dan pecah setiap bulan. Sisa luruhnya implan yang tertinggal bisa menyebabkan iritasi, peradangan, jaringan parut dan perlengketan. Setiap kali implan lebih besar atau kista pecah, sel-sel endometrium menjadi lebih tersebar, hal inilah yang menyebabkan replikasi penyakit terjadi.

Sejumlah sistem klasifikasi yang berbeda telah dikembangkan untuk stadium endometriosis. Meskipun tahap (tingkat) dari endometriosis tidak berhubungan dengan parahnya gejala klinis, hal tersebut berguna dalam memprediksi kesuburan seorang wanita.

Biasanya, endometriosis diklasifikasikan sebagai minimal, ringan, sedang, dan berat berdasarkan pengamatan visual pada laparoskopi. Endometriosis minimal ditandai dengan implan terisolasi dan tidak ada perlengketan signifikan. Endometriosis ringan ditandai dengan implan dangkal kurang dari 5 cm di agregat tanpa perlengketan signifikan. Pada penyakit moderat, beberapa implan dan jaringan parut sekitar tabung dan ovarium mungkin terlihat jelas jelas. Sedangkan endometriosis berat ditandai dengan beberapa implan, termasuk endometrioma ovarium yang besar disertai perlengketan yang tebal.

Stadium endometriosis tersebut mengacu pada lokasi, jumlah, kedalaman, dan ukuran implan endometrium. Kriteria lain dalam menilai stadium endometriosis meliputi:

  • Luasnya penyebaran implan
  • Keterlibatan struktur panggul
  • Luasnya perlengketan pelvis
  • Penyumbatan tuba falopi

Stadium atau tahapan endometriosis tidak selalu mencerminkan tingkat rasa sakit yang dialami, risiko infertilitas, atau gejala yang muncul. Sebagai contoh, mungkin saja seorang wanita dengan endometriosis stadium minimal mengalami sakit yang luar biasa, sementara seorang wanita dengan stadium berat mungkin asimtomatik. Selain itu, wanita yang menerima pengobatan selama dua tahap pertama dari penyakit memiliki kesempatan yang sangat tinggi untuk mendapatkan kembali kemampuan mereka dalam hal kesuburan.

Endometriosis dianggap sebagai salah satu dari tiga penyebab utama infertilitas wanita. Dalam kasus ringan sampai sedang, infertilitas mungkin bersifat sementara. Operasi untuk mengeluarkan perlengketan, kista, dan jaringan parut dapat mengembalikan kesuburan. Bagaimana endometriosis memengaruhi kesuburan belum dipahami sepenenuhnya secara jelas. Diperkirakan, jaringan parut akibat endometriosis dapat mengganggu pelepasan telur dari ovarium. Hal ini yang berkaitan dengan infertilitas pada penderita endometriosis.

*pic startreadingfirst.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY