Stimulasi bermain pengenalan kata oleh ibu pada anak berusia 12 – 18 bulan terbukti meningkatkan kadar Brain Derived Neurothropic Factor, nilai bahasa reseptif, emosi-sosial dan kemampuan anak mengenali kata

Perkembangan penglihatan, pendengaran dan psikomotor anak usia 12 – 18 bulan mampu menerima stimulasi dari lingkungan. Pada manusia dewasa, tikus serta kelinci, stimulasi suara, latihan dan cahaya merangsang sekresi Brain Derived Neurothropic Factor (BDNF) di hippokampus dan amigdala otak. BDNF diduga dapat memengaruhi morfologi dan fungsi sel otak sehingga meningkatkan kemampuan  memori dan kognitif. Di berbagai media dinyatakan stimulasi memperkenalkan  tulisan pada anak balita meningkatkan memori dan kognitif.

Penelitian disertasi doktoral dalam Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia dengan pengambilan datanya dilakukan di Rumah Sakit Permata Pamulang. Subjek penelitan adalah 80 orang anak sehat berusia 12 – 18 bulan dengan riwayat kelahiran normal, tidak ada gangguan pendengaran, penglihatan, perkembangan dan anemia yang dibuktikan dengan pemeriksaan fisis,  psikologis dan laboratorium dilakukan pengukuran dan stimulasi dilakukan oleh ibu setelah dilatih selama 1 jam dan dinilai benar oleh tim peneliti.

Bagaimana cara stimulasinya ?

Stimulasi oleh ibu dengan menunjukkan dan membacakan 15 kata dengan huruf berukuran 12,5cm x 5cm , diulang sehari 3 kali dengan istirahat 15 menit, seminggu 4 hari, selama 9 minggu. Tiap hari kata diganti bertahap sehingga mencapai 60 kata. Kelompok kontrol dilakukan stimulasi hanya selama 1 minggu, pada minggu ke 9,  ketika dilakukan uji mengenal kata. Kadar BDNF diperiksa dari darah tepi pada awal dan akhir penelitian. Nilai kognitif, bahasa dan emosi-sosial dinilai dengan BSID III oleh 3 orang psikolog pada awal dan akhir penelitian. Persentase anak menunjuk benar 1 dari 2, 3, 4 kata yang ditanyakan ibunya dinilai pada minggu ke-9 oleh 3 psikolog dari rekaman CCTV, setelah ibu kelompok stimulasi dan kontrol dilatih cara mengujinya.

Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok stimulasi dan kontrol pada kadar BDNF, skala bahasa reseptif, emosi-sosial dan persentase menunjuk benar 1 dari 2 , 3, 4 kata yang ditanyakan oleh ibu. Namun tidak terdapat perbedaan bermakna pada skala kognitif dan bahasa ekspresif antara kelompok stimulasi dan kontrol.

Kesimpulan penelitan ini adalah Stimulasi bermain pengenalan kata oleh ibu pada anak berusia 12 – 18 bulan terbukti meningkatkan kadar BDNF, nilai bahasa reseptif, emosi-sosial dan kemampuan anak mengenali kata. Tidak terbukti pengaruh stimulasi bermain pengenalan kata pada peningkatan skala kognitif dan bahasa ekspresif anak.

Dr. dr.  Soedjatmiko, M.Si., Sp.A(K)

Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here