Suara Ibu Bantu Perkembangan Otak Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Benarkah suara ibu mempengaruhi perkembangan otak pada bayi? Ibu memang orang spesial dan berperan sangat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Perkembangan otak pada bayi tidak semata-mata diperoleh dari asupan makanan bergizi saja, namun stimulasi dan rangsangan juga harus diberikan saat bayi masih berada dalam kandungan.

Selain menjadi asupan yang utama, ASI juga menjadi stimulasi bagi bayi. Stimulasi terjadi ketika bayi sedang menyusu pada ibu. Sentuhan maupun suara yang diberikan ibu akan menjadi rangsangan bagi bayi yang penting untuk perkembangan otaknya. Suara ibu adalah suara yang pertama kali bayi dengar ketika baru terlahir di dunia. Maka dari itu, suara ibu adalah suara paling merdu yang terdengar oleh bayi dan menjadi stimulus yang baik baginya. Suara ibu bahkan sangat penting untuk mengaktifkan otak bayi yang baru saja dilahirkan.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa sementara bayi tidak bereaksi terhadap suara wanita lain, dan suara ibu akan mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan bahasa. Dalam penelitian ini juga menjelaskan bahwa ibu adalah inisiator utama dan menunjukkan bahwa ada hubungan neurobiologis antara penguasaan kemampuan bahasa pralahir dan motorik yang terlibat dalam cara bicara. Hasil studi ini dipublikasikan dalam Cerebral Cortex dan menerima dana dari Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada, Canada Foundation for Innovation dan Canada Research Chairs Programme.

Otak seorang anak didesain untuk selalu awas terhadap suara sang ibu sejak mereka masih dalam kandungan. Sehingga ketika lahir dan bertumbuh, otak anak akan segera bereaksi mengenali suara sang ibu sebagai sesuatu yang sudah akrab baginya. Dari hasil-hasil penelitian juga menemukan ketika seorang anak mendengar suara ibunya sendiri, ini akan mengaktifkan bagian otak yang bertanggung jawab untuk emosi atau korteks pendengaran primer. Daerah lainnya yang juga menjadi aktif adalah bagian yang berperan dalam memroses informasi mengenai diri sang ibu dan mengenali wajahnya.

Tetapi sebaliknya, ketika mendengar salah satu suara perempuan asing, daerah-daerah otak tersebut tidak menjadi aktif. Dan hal inilah yang memicu bayi menangis ketika digendong oleh wanita lain yang dianggapnya asing. Otak beberapa anak-anak menunjukkan koneksi yang kuat antara masing-masing daerah tersebut. Artinya, mereka adalah komunikator yang lebih baik dibandingkan dengan anak dengan koneksi yang lemah antara daerah-daerah otak tersebut.

Banyak kemampuan sosial kita seperti kemampuan dalam bahasa dan emosional didapatkan dan dipelajari dengan cara mendengarkan suara ibu. Mendengar suara ibu bisa menjadi sumber penting dari kenyamanan emosional anak-anak. Dari beberapa hasil penelitian terbukti bahwa suara ibu mempengaruhi perkembangan otak bayi. Maka dari itu, biasakanlah untuk berkomunikasi dan berbicara pada anak, baik ketika masih di dalam kandungan ataupun ketika sudah dilahirkan. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here