Sudah Siapkah Anak Anda Masuk Sekolah?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pendidikan usia dini memang penting. Oleh sebab itu, banyak kalangan berpendapat anak sebaiknya masuk sekolah sejak usia dini. Pendapat lain ada yang membiarkan anak berkembang sesuai usianya dan tidak perlu sekolah karena usia tersebut adalah usia anak-anak senang bermain.

Pada kenyataannya, banyak hal anak yang tidak sama. Sebagai contoh, ada anak pada usia belum genap tiga tahun sudah merengek minta sekolah karena melihat kakaknya atau temannya hampir tiap hari berangkat sekolah. Ada juga anak pada usia yang sama yang hanya butuh makan dan aktivitas fisik, seperti bermain di luar, sama sekali tidak tertarik sekolah. Pertanyaannya, bagaimana orangtua mengetahui anaknya siap bersekolah–dalam konteks ini adalah TK?

Menurut Dr. Susan, seorang praktisi pendidikan anak usia dini, kapan anak mulai sekolah dapat ditentukan berdasarkan tingkat kekuatan, keterampilan, dan kematangan anak.

Berikut adalah pertimbangan yang dapat mejadi acuan untuk mengetahuinya:

  • Anak meminta sekolah atau ada ketertarikan dengan sekolah
  • Sering minta kertas dan pensil
  • Saat dibacakan buku cerita mulai banyak merespon
  • Mandiri, tidak “nempel” terus dengan orangtua atau pengasuhnya
  • Sudah lulus toilet “training
  • Bisa mengikuti instruksi sederhana, seperti membereskan mainan, meletakkan sepatunya sendiri di rak.

Selepas TK, secara formal, anak pun akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikannya di tingkat SD atau sederajat. Pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Salah satu pasal dalam aturan tersebut menyatakan, usia peserta didik baru di tingkat SD atau sederajat adalah tujuh tahun. Nah, terlepas dari segi usia, sudah siapkah anak Anda memasuki bangku sekolah?

Transisi anak dari TK ke SD membutuhkan banyak persiapan, namun persiapan yang paling penting merupakan kesiapan anak untuk beradaptasi di tempat dan lingkungan baru.

Dari segi fisik, seorang anak dapat dikatakan siap apabila ia mampu mengikuti instruksi untuk duduk tenang dan dapat memusatkan perhatian. Selain itu, anak dapat dinyatakan siap secara mental bila ia mampu menerima dan mengekspresikan ide dengan menggunakan bahasa aktif.

Sekolah juga telah menetapkan standar anak dapat menulis dan membaca, setidaknya anak sudah memiliki dasar atas kedua hal tersebut seperti mengenal huruf dan spelling, tidak diharuskan fasih. Lalu, sekolah juga ingin melihat kesiapan dari segi sosial, yaitu ketika anak diajak bicara ia mampu menjawab sesuai konteks.

Kesimpulannya, konsep kesiapan masuk sekolah seharusnya merupakan gabungan dari kondisi kematangan anak secara emosional, perilaku serta kemampuan secara kognisi untuk menerima pelajaran dan melakukan kegiatan belajar. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here