Suhu Ruangan yang Disarankan untuk Bayi Baru Lahir

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Suhu ruangan bayi yang baru lahir harus dijaga. Hal tersebut dilakukan tidak hanya untuk memberikan rasa nyaman pada bayi, namun juga guna mencegah bayi agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Suhu yang panas bisa menyebabkan SIDS

Siapa sangka jika suhu ruangan yang terlalu panas dapat menyebabkan bayi mengalami sindrom kematian mendadak (SIDS). SIDS kerap terjadi pada bayi yang telah memasuki bulan kedua pasca kelahiran. Alhasil aturlah suhu ruangan yang sesuai dengan tubuh bayi agar tidak terserang SIDS.

Bila orangtua ingin mengetahui apakah suhu di dalam kamar membuat bayi kepanasan atau tidak, maka dianjurkan untuk mengecek suhu bayi. Cara mengecek suhu bayi yang paling mudah adalah dengan menggunakan termometer pada daerah lipatan ketiak bayi.

Seperti yang diketahui jika suhu tubuh manusia yang normal adalah 36,50C hingga 37,50 C. Apabila orangtua mendapatkan suhu tubuh bayi meningkat atau bayi berkeringat, maka bisa dipastikan jika suhu ruangan tersebut terlalu panas. Orangtua bisa mengambil tindakan pertama dengan melepaskan satu lapisan baju yang dikenakan bayi.

Kemudian periksa kembali suhu tubuh bayi, namun jangan khawatir dengan kondisi bayi. Jika suhu tubuh panas namun tangan dan kaki masih terasa dingin, maka ini merupakan hal yang normal terjadi. Orangtua juga bisa memindahkan bayi ke ruangan lain yang suhunya lebih dingin.

Berapakah suhu ruang yang cocok untuk bayi?

Suhu kamar untuk bayi yang baru lahir adalah tidak terlalu panas, tapi juga tidak terlalu dingin. Suhu kamar yang dianjurkan adalah antara 18°C hingga 22°C. Suhu kamar tersebut bisa memberikan rasa nyaman, khususnya saat bayi tertidur.

Orangtua dapat mengatur suhu ruangan tersebut dengan AC, apabila memungkinkan. Jika tidak memiliki AC, maka bisa memanfaatkan kipas angin untuk menjaga suhu kamar bayi dari cuaca panas. Namun pastikan jarak antara kipas dengan bayi agak jauh, agar hembusan angin tidak terlalu menerpa dengan keras.

Orangtua juga dapat membuka jendela kamar pada siang hari agar menjaga suhu tidak terlalu panas. Hembusan angin dari luar kamar bisa membuat suasana menjadi sejuk, sehingga suhu tubuh bayi tetap terjaga dengan baik.

Selain suhu, lantas apalagi yang perlu diperhatikan ketika bayi tidur?

  1. Pakaian yang dikenakan bayi. Gunakan pakaian yang nyaman untuk dikenakan bayi saat tidur, khususnya sesuai dengan suhu di sekitar ruangan. Misalnya bila cuaca sedang panas, maka bayi bisa pakaian yang tipis. Namun jika cuaca sedang dingin, maka bayi sebaiknya menggunakan pakaian yang lebih tebal.
  2. Cahaya yang terdapat di ruangan. Dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu dengan watt yang besar di dalam ruangan bayi. Pasalnya lampu dengan watt besar tersebut bisa membuat kondisi menjadi panas. Tidur pada ruangan yang gelap bisa membuat tubuh melepaskan hormon melatonin, sehingga bayi bisa tidur nyenyak.
  3. Ketenangan pada ruang bayi. Tidurkan bayi pada ruangan yang tenang dan tidak bising. Pasalnya bayi akan sulit tidur dengan suasana yang ramai, karena terganggu kebisingan. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here