Suku Mosuo Di China Membebaskan Penduduk Wanitanya Bergonta Ganti Pasangan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Di Indonesia jika ingin berhubungan seksual dengan lawan jenis maka harus melalui proses pernikahan. Setelah itu baru diperbolehkan melakukan hubungan suami istri dan wajib hanya dengan pasangan yang sudah dinikahi atau dalam kata lain tidak boleh dengan orang lain yang tidak ada status pernikahan dengan anda.

Bisa dikatakan aneh atau unik, perlu anda ketahui ternyata ada suatu suku di China yaitu suku Musuo. Tradisi unik tersebut adalah membebaskan wanitanya untuk bergonta ganti pasangan dan tanpa ada status pernikahan. Sangat berbanding terbalik dengan tradisi di Indonesia.

Dalam suku ini mereka memegang tradisi walking marriage. Walking marriage adalah suatu sistem perkawinan tanpa ada ikatan atau oleh suku Mosuo hal ini disebut dengan Axis. Tradisi walking marriage ini boleh dilakukan jika sang wanita sudah mulai masuk umur 13 tahun. Para wanita yang sudah cukup umur boleh memilih dengan siapapun ia akan bercinta dan boleh bergonta-ganti pasangan sesuka hati mereka.

Proses bercinta atau walking marriage di suku Mosuo dimulai pada waktu malam atau setiap malam sang pria akan jalan kaki untuk menempuh rumah wanita yang di kamar sendirian. Setelah itu jika mereka saling suka dan si wanita menerima pria yang datang maka bisa saja mereka melakukan hubungan intim tanpa dimarahi oleh orang tua yang berada di rumah. Bahkan jika orang tua si wanita mendengar yang mereka lakukan di kamar maka orang tua si wanita akan berpura-pura tidak mendengar atau mengetahui hal tersebut. Setelah selesai, pada keesokan paginya biasanya sang pria akan pulang ke rumahnya sendiri. Oleh karena itu juga hal ini disebut dengan walking marriage. Uniknya jika tadi malam sudah bercinta dengan laki-laki, keesokan malam atau malam selanjutnya jika wanita tidak suka dengan pria sebelumnya maka boleh menerima dan berganti dengan laki-laki lainnya.

Tradisi di suku Mosuo ini juga memperbolehkan wanita untuk menolak jika tidak menyukai pria yang datang ke kamarnya saat malam hari. Dan hal itupun tidak membuat hati sang pria sakit sama sekali. Berbeda sekali dengan di Indonesia bukan jika sang pria di tolak cintanya pasti sakit hati.

Dari hal-hal yang sudah di ceritakan di atas, dapat kita ketahui bahwa di suku Mosuo China wanita sangat berkuasa. Oleh karena itu tugasnya juga terbalik dengan yang normalnya di Indonesia. Di suku ini tugas seorang wanita adalah mencari nafkah dan bertanggung jwab terhadap anaknya. Sedangkan laki-laki lebih santai dan hanya membantu mengasuh anaknya.

Itulah tradisi suku Mosuo di Cina yang cukup unik yaitu membebaskan penduduk wanitanya untuk bergonta-ganti pasangan. Meski berbeda dengan tradisi di Indonesia, kita tetap perlu menghargai tradisi tersebut. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here