Suplemen Stamina Pria

SehatFresh.com – Dinamika kehidupan di kota metropolitan memang sulit diprediksi. Rutinitas harian yang padat terkadang membuat tubuh terlampau lelah. Namun, mengingat pekerjaan yang masih menumpuk, seringkali tubuh dipaksa untuk tidur larut dan harus bangun pagi untuk kembali bekerja. Orang-orang yang memiliki jam kerja panjang atau pekerja berat, sering merasa kurang bertenaga dan tidak merasa segar. Untuk mengatasi kondisi ini, suplemen seringkali dijadikan solusi untuk penambah stamina. Pada beberapa pria, suplemen stamina juga sering dicari guna menambah vitalitasnya.

Saat ini, produk suplemen hingga obat kuat pria untuk menambah stamina seksual kian menjamur. Sejumlah produsen bahkan mengklaim produknya sebagai produk yang berasal dari herbal sehingga tidak menimbulkan efek samping. Secara umum, suplemen didefinisikan sebagai produk yang digunakan untuk mencukupi asupan gizi dengan menawarkan kandungan vitamin, mineral, dan asam amino.

Meskipun tampaknya baik untuk kesehatan, suplemen tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Saat ini, konsumsi ramuan tradisional seperti jamu yang sering dianggap tanpa efek samping juga harus hati-hati. Pasalnya, produk jamu seperti jamu pegal linu, jamu pelangsing, dan jamu kuat sudah banyak yang dicampur dengan bahan kimia. Ini tidak jauh berbeda dengan kandungan yang terdapat dalam suplemen.

Dalam kebannyakan suplemen penambah stamina, bahan lain seperti kafein, taurin, mineral, dan glukosa seringkali menjadi komposisi pelengkapnya. Beberapa dari bahan tersebut hingga kini masih diragukan keamanannya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia juga tidak mengklasifikasikan suplemen sebagai obat, sehingga pengontrolannya pun tidak seketat obat. Maka Anda perlu sangat berhati-hati agar konsumsi suplemen stamina tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.

Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, suplemen dapat mengganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan. Bagi zat komposisi suplemen yang larut dalam air, kadar yang berlebihan membuat ginjal bekerja lebih keras. Semakin lama dikonsumsi, risiko gagal ginjal pun semakin tinggi. Untuk zat komposisi suplemen yang diserap dalam lemak, kadar yang berlebihan akan terus terakumulasi sehingga bisa mengakibatkan keracunan.

Untuk menjaga produktivitas kerja, konsumsi suplemen penambah stamina memang terkadang diperlukan. Namun, ada banyak hal juga yang perlu dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut :

  • Perhatikan dengan seksama komposisinya.
  • Pastikan suplemen yang ingin Anda konsumsi terdaftar dalam BPOM. Label BPOM dapat dijadikan acuan standar keamanan penggunaan suplemen. Anda sebaiknya tidak membeli dan mengonsumsi produk impor ilegal yang belum diuji keamanannya oleh BPOM.
  • Baca dengan cermat efek samping yang dicantumkan dalam kemasan suplemen.
  • Cek tanggal kadaluarsa suplemen.
  • Beli di toko obat atau apotek terpercaya.
  • Pilih suplemen dengan kemasan botol kaca karena kualitas kandungan suplemen akan lebih terjaga, ketimbang botol plastik.
  • Cari informasi mengenai suplemen yang dipilih sebanyak-banyaknya di sumber terpercaya.

Meskipun menawarkan banyak manfaat kesehatan, suplemen tidak bisa dijadikan sebagai pengganti makanan. Fungsi suplemen hanyalah sebagai pelangkap kebutuhan nutrisi dan bukan sebagai jalan pintas untuk memperoleh kesehatan yang maksimal. Bagaimanapun, yang alami itu lebih baik. Jika Anda ingin membuat tubuh lebih sehat, mulailah dengan mengonsumsi makanan alami bergizi yang diselaraskan dengan waktu istirahat dan aktivitas fisik yang memadai.

Sumber gambar : www.taranatureepa.co.id

Sebelum mengonsumsi suplemen untuk apa pun itu tujuannya, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter terutama jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu. Pasalnya, beberapa suplemen juga bisa bereaksi dengan obat lain sehingga bisa menimbulkan efek samping yang fatal. Maka akan lebih aman bila mengonsumsi suplemen di bawah pengawasan medis sehingga dosisnya lebih sesuai dengan kondisi Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY