Susu Sebagai Penunjang Pertumbuhan Remaja

SehatFresh.com – Susu adalah sumber kalsium utama. Karena itulah sangat dianjurkan untuk memasukkan susu dalam pola makan harian. Tidak hanya untuk anak-anak saja, remaja juga perlu minum susu sebagai sumber kalsium yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Masa remaja adalah masa pertumbuhan. Asupan kalsium yang memadai membantu pertumbuhan dan kekuatan tulang. Kebutuhan kalsium pada masa remaja relatif tinggi karena akselerasi muscular, pembentukan tulang  dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan masa anak-anak dan dewasa.

Remaja memerlukan hingga 1.300 mg kalsium setiap hari, dan satu gelas susu mengandung sekitar 300 mg. Remaja dianjurkan minum empat gelas susu per harinya. Jika seorang remaja sering mengonsumsi minuman ringan, ia mungkin perlu lebih banyak kalsium dalam dietnya. Pasalnya, minuman ringan dapat mengganggu mekanisme tubuh dalam menyerap nutrisi, salah satunya dalam hal penyerapan kalsium. Minum susu sangat penting untuk menekan risiko penyakit tulang seperti osteoporosis di kemudian hari serta membantu menangkal kerusakan gigi.

Tidak hanya kalsium, susu juga merupakan sumber vitamin D. Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk penyerapan kalsium yang optimal. Remaja membutuhkan 400 unit vitamin D setiap hari. Sumber makanan utama vitamin D biasanya susu yang diperkaya, yang berisi sekitar 100 unit per cangkir. Menurut Jennifer Hillard di Georgia Health Sciences University, kekurangan vitamin D dapat berkontribusi terhadap penumpukan lemak perut yang dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang serius, termasuk diabetes dan penyakit jantung. Minum susu yang diperkaya vitamin D dapat menghindarkan remaja dari berbagai risiko penyakit yang terkait dengan penumpukan lemak perut tersebut.

Bagi yang tidak suka minum susu, mereka bisa mendapatkan vitamin D dan kalsium dari sumber lain sebagai gantinya. Menghabiskan 30 menit di bawah sinar matahari tanpa tabir surya beberapa kali per minggu memungkinkan tubuh untuk memproduksi vitamin D secara alami. Kalsium juga dapat diperoleh dalam produk susu lainnya termasuk yoghurt, es krim dan keju, serta sayuran berdaun hijau dan jus jeruk. Bagi yang memiliki laktosa intoleran, beralih ke susu kedelai atau susu bebas laktosa dapat menjadi solusinya.

Studi dari University of Illinois, Amerika Serikat, menemukan bahwa remaja yang mengonsumsi kurang dari 3 kali produk susu setiap harinya, cenderung mengidap sindrom metabolik. Sindrom metabolik terjadi ketika seseorang memiliki tiga dari sejumlah faktor risiko sakit jantung yaitu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar gula darah tinggi (diabetes) serta kadar lemak darah yang tidak sehat.

Namun, perlu diingat bahwa tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi semua kebutuhan tubuh secara utuh. Ini berarti setiap makanan termasuk susu harus saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Penting juga untuk mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung vitamin dan mineral yang akan berguna dalam proses pengaturan metabolisme dalam tubuh. Pola makan yang tepat tentunya akan mendukung pertumbuhan remaja yang optimal.

Sumber gambar : www.brilio.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY