Syarat Donor Darah dan Frekuensinya

SehatFresh.com – Setiap orang yang pernah mendonorkan darahnya secara tidak langsung telah membantu menyelamatkan hidup orang lain. Transfusi darah dapat menyelamatkan pasien kanker, pasien operasi, penderita anemia berat, wanita hamil dengan komplikasi kehamilan serta korban kecelakaan. Selain memberikan bantuan kepada orang lain, donor darah juga memberi manfaat tersendiri bagi kesehatan.

Menurut sejumlah riset, donor darah dapat membantu mengurangi kelebihan kadar zat besi dalam darah. Kadar zat besi berlebih bisa berbahaya dan ini telah dikaitkan dengan tingginya risiko penyakit jantung. Kelebihan kadar zat besi pada wanita usia subur dikelurakan setiap bulan melalui menstruasi. Karena pria dan wanita yang sudah menopause tidak menstruasi, mereka menjadi lebih berisiko terhadap penyakit jantung.

Setelah pengambilan darah, akan dilakukan proses penyaringan sebelum darah diberikan pada yang membutuhkan. Darah akan dikelompokkan berdasarkan golongan dan rhesusnya. Secara umum, golongan darah dibedakan dengan A, B, AB, atau O dengan dua jenis rhesus positif (Rh+) atau rhesus negatif (Rh-). Setelah dipisahkan berdasarkan golongan, darah dipisahkan komponennya, yaitu sel darah merah, trombosit, dan plasma, sehingga bisa digunakan untuk tujuan pengobatan tertentu.

  • Sel darah merah, digunakan untuk mengobati beberapa jenis anemia dan mengganti darah yang hilang akibat kecelakaan.
  • Trombosit, digunakan untuk mengobati masalah dengan sumsum tulang, seperti leukemia dan gangguan pembekuan darah.
  • Plasma, digunakan untuk mengobati kondisi pembekuan abnormal yang menyebabkan pendarahan, seperti penyakit hati dan kondisi yang menyebabkan hilangnya banyak volume darah.

Tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya begitu saja. Untuk menjamin keamanan donor darah bagi pendonor dan penerima, semua donor darah harus melalui beberapa pemeriksan untuk menentukan kelayakan sebagai pendonor. Ini penting mengingat darah yang didonorkan akan masuk ke dalam tubuh seseorang. Jika pendonor memiliki penyakit menular, maka penyakit tersebut bisa memengaruhi kondisi kesehatan penerima. Orang yang akan mendonorkan darahnya harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan Palang Merah Indonesia (PMI) berikut ini:

  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Berusia lebih dari 17 tahun.
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Tekanan darah sistole 100-170 dan diastole 70-100.
  • Kadar hemoglobin sekitar 12,5-17 g/dl.

Lebih lanjut, PMI menambahkan bahwa seseorang tidak dapat menyumbang darah jika:

  • Menderita penyakit jantung atau paru-paru.
  • Menderita kanker.
  • Menderita diabetes.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Memiliki kelainan darah atau kecenderungan mengalami pendarahan abnormal.
  • Menderita epilepsi.
  • Sedang atau pernah menderita penyakit Hepatitis B atau C.
  • Menderita sifilis.
  • Ketergantungan pada narkoba atau minuman keras.
  • Mengidap atau berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS.

Terdapat juga beberapa kondisi yang mengharuskan Anda menunda keinginan untuk donor darah, yaitu:

  • Sedang demam atau flu, umumnya diharuskan menunggu satu minggu setelah sembuh.
  • Setelah cabut gigi, umumnya diharuskan menunggu lima hari setelah sembuh.
  • Setelah operasi kecil, tunggu sekitar enam bulan.
  • Setelah operasi besar, tunggu sekitar satu tahun (12 bulan).
  • Wanita hamil harus menunggu hingga enam bulan setelah melahirkan.
  • Bagi ibu menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
  • Setelah mendapatkan transfusi darah, tunggu satu tahun.
  • Setelah memasang tato, tindik, tusuk jarum, dan mendapatkan transplantasi organ, tunggu satu tahun.
  • Bila berdekatan dengan penderita hepatitis, tunggu 12 bulan.
  • Sakit malaria, tunggu tiga tahun setelah sembuh.
  • Bila berkunjung pulang dari daerah endemik malaria, tunggu 12 bulan.
  • Bila tinggal di daerah endemik malaria selama lima tahun berturut-turut, tunggu tiga tahun setelah tidak tinggal lagi di daerah tersebut.
  • Bila sakit tifus, tunggu enam bulan setelah sembuh.
  • Setelah menerima vaksinansi, tunggu delapan minggu.
  • Bila mengembangkan gejala alergi, tunggu setidaknya satu minggu setelah sembuh.
  • Bila ada infeksi di sekitar area pengambilan darah, tunggu satu minggu setelah infeksi benar-benar sembuh.

Darah yang disumbangkan volumenya sekitar 480 ml darah. Donor darah bisa dilakukan setiap 56 hari. Rentang waktu ini ditujukan untuk memberi waktu pada tubuh untuk mengisi kembali sel-sel darah secara optimal. Memang, tubuh mulai melakukan mekanisme penggantian darah dalam waktu 48 jam setelah donor. Namun, pengisian sel darah merah memakan waktu lebih lama, sekitar empat sampai delapan minggu.

Sumber gambar : nonikhairani.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY