Syndrome Baby Blue Pasca Melahirkan

0
121

Syndrom baby blue adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami olah wanita pasca melahirkan terutama mereka yang baru pertama kali melahirkan. Setelah berhasil melahirkan, seorang ibu tentunya akan merasa senang, haru sekaligus lega karena perjuangan selama masa kehamilan 9 bulan dan proses melahirkan telah dilewati. Namun beberapa hari kemudian, perasaan senang tersebut bisa berubah menjadi rasa penuh kesedihan dan kekhawatiran. Penelitian menunjukkan bahwa hampir 50% wanita mengalami rasa sedih dan khawatir pasca melahirkan.

Ibu yang mengalami syndrome baby blue setelah melahirkan pada umumnya ditandai dengan perilaku ibu yang menjadi sering menangis tanpa alasan yang jelas. Selain itu, ibu juga cenderung merasakan rasa sedih berkepanjangan, emosi menjadi sangat labil, mudah marah, gampang tersinggung dan kurang sabar. Menurut para ahli, ibu yang mengalami syndrome baby blue akan cenderung memperlihatkan perilaku yang berlebihan dalam hal kebersihan anak. Selain itu, para ibu tersebut juga lebih jarang memberikan sentuhan dan respon terhadap perilaku anak.

Syndrome baby blue sendiri merupakan depresi yang tergolong ringan dan biasanya hanya berlangsung hingga 2 minggu dan kondisi kejiwaan ibu akan membaik dengan sendirinya. Syndrome ini menimbulkan perasaan sedih yang kemudian biasanya digambarkan dengan menangis, cemas, bingung, lelah, gelisah, sulit tidur bahkan penolakan terhadap bayinya sendiri. Jika kondisi berlangsung lebih dari 2 minggu, hal tersebut bisa jadi mengarah ke kondisi Post Partum Depression (PPD) dan sebaiknya  Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Perbedaan kedua kondisi tersebut terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala. Ketika Anda mengalami PPD, gejala akan terasa lebih sering, lebih parah, serta lebih lama.

Penyebab utama dari syndrome baby blue masih belum jelas diketahui penyebab pastinya. Banyak yang beranggapan bahwa hormon adalah yang menyebabkan seorang wanita mengalami sindrom baby blue. Pada saat kehamilan, wanita banyak mengalami perubahan fisik dan psikis yang signifikan termasuk perubahan hormon. Begitu juga pasca melahirkan, perubahan tubuh dan hormon kembali terjadi. Perubahan-perubahan tersebut akan sangat mempengaruhi perasaan ibu. Hormon kortisol pada wanita pasca melahirkan akan meningkat mendekati kadar seperti pada orang yang sedang depresi. Pada saat itu juga, kadar prolaktin dan hormon laktogen yang memicu produksi ASI juga meningkat, dan sebaliknya hormon progesteron mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis yang di produksi oleh kelenjar tiroid dapat menyebabkan seorang ibu sering mengalami rasa lelah, depresi dan penurunan mood.

Syndrome baby blue juga bisa dipicu dari rasa lelah pasca melahirkan dan juga rasa terbebani kewajiban mengurus sang bayi secara intensif sehingga ibu mengalami keletihan dan kurang waktu istirahat. Kecemasan terhadap berbagai hal seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidakmampuan mengatasi berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan serta kurangnya perhatian keluarga terutama suami  juga ikut mempengaruhi terjadinya syndrome ini.

Ibu yang baru melahirkan umumnya akan merasa sangat lelah dan memerlukan perhatian dan bantuan ekstra dari suami dan juga keluarga terdekatnya secara psikologis. Cobalah bicarakan apa yang Anda rasakan dan pikirkan dengan orang terdekat dan konsultasikan masalah tersebut dengan dokter agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat. Ibu yang baru melahirkan sangat memerlukan perhatian dari suami dan keluarga. Disinilah peran keluarga sangat penting, karena akan sangat membantu dalam menjaga kestabilan psikologis sang ibu.

 #pic cafeberita.com#

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY