Tahapan dan Proses Pap Smear

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Para wanita disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. Anjuran ini utamanya berlaku bagi wanita yang sudah aktif berhubungan seksual. Lantas, seperti apakah tes pap smear itu?

Prosedur pap smear ini dilakukan dengan memasukkan alat melalui vagina dan mengambil sampel dari dinding rahim sehinga akan merobek selaput dara. Anjuran pap smear ditujukan pada perempuan yang aktif secara seksual, tidak peduli status pernikahannya. Karena hubungan seks bisa saja terjadi di luar status pernikahan. Wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual secara aktif meskipun telah berusia lebih dari 21 tahun sebenarnya tidak perlu melakukan tes pap smear.

Selama prosedur, Anda akan diminta berbaring telentang di meja pemeriksaan dengan posisi lutut ditekuk. Dokter secara perlahan akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina guna memungkinkan akses ke leher rahim. Kemudian dokter mengambil sedikit sampel dari sel-sel pada leher rahim menggunakan alat yang disebut spatula.

Prosedur pap smear umumnya tidak akan membuat leher rahim terluka ataupun menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Anda pun tidak perlu sampai menginap di rumah sakit karena prosesnya berlangsung cepat. Umumnya, wanita yang telah melakukan pemeriksaan pap smear hanya merasakan sedikit kram dan ketidaknyaman ringan.

Jika pada sampel tidak ditemukan adanya sel abnormal, pemeriksaan berarti menunjukkan hasil negatif. Dengan demikian, tidak diperlukan perawatan lebih lanjut hingga jadwal pemeriksaan pap smear berikutnya. Sedangkan jika ditemukan adanya sel abnormal, maka hasilnya positif. Namun, hasil positif ini tak selalu mengarah ke kanker. Dokter mungkin meningkatkan frekuensi pap smear untuk memantau kondisi atau menyarankan untuk menjalani kolposkopi.

Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan kolposkop (sejenis mikroskop). Pemeriksaan ini ditujukan untuk melihat kondisi leher rahim secara lebih detail. Dengan kolposkopi, sel abnormal pada leher rahim dapat dipastikan berisiko kanker atau tidak, serta dapat diketahui pula tingkat keparahannya.

Sel abnormal pada leher rahim  membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun untuk menjadi kanker. Umumnya, tidak ada gejala yang tampak pada masa tersebut. Maka tak heran bila banyak wanita tidak memprioritaskan pap smear karena merasa kondisi kesehatannya baik-baik saja. Bagaimanapun, pencegahan dini kanker serviks sangat penting. Dan salah satu bagian penting dari pencegahan kanker serviks adalah pap smear. Pap smear diakui para ahli sangat akurat dan pap smear secara teratur dapat mengurangi kematian akibat kanker serviks hingga 80 persen. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY