Tahapan-tahapan yang Dilakukan Dalam Proses Bayi Tabung

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Memiliki anak adalah hal yang paling diinginkan oleh seluruh pasangan. Apalagi bagi mereka yang baru saja menikah atau mereka yang belum memiliki keturunan. Namun, sayangnya ada beberapa pasangan yang sulit mendapatkan keturunan meski telah lama menikah. Jika sulit mendapat keturunan, maka pasangan tersebut biasanya akan melakukan berbagai usaha untuk bisa mendapatkan keturunan. Salah satu usaha mendapatkan keturunan ialah dengan melakukan proses bayi tabung.

Proses bayi tabung sendiri adalah salah satu proses pembuahan sel telur di luar rahim dan tubuh calon ibu. In Vitro Vertilization dalah istilah lain dari bayi tabung. Keberhasilan proses bayi tabung ini ditentukan oleh kualitas sel telur yang dimiliki calon ibu. Untuk itu seorang ibu yang ingin melakukan proses bayi tabung harus menjaga kualitas sel telurnya agar proses bayi tabung ini berhasil.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam proses bayi tabung ini. Berikut beberapa tahap yang harus dilakukan:

  • Melakukan seleksi. Tidak sembarang orang dapat melakukan proses bayi tabung. Itu sebabnya, pasangan yang akan melakukan proses bayi tabung biasanya melakukan seleksi. Tidak hanya calon ibu, tapi sang calon ayah juga harus melakukan seleksi.
  • Melakukan perangsangan indung telur. Jika dalam proses pembuahan dalam tubuh, wanita hanya membutuhkan satu sel telur untuk dibuahi. Namun, proses bayi tabung membutuhkan lebih dari satu sel telur untuk bisa mendapatkan embrio.
  • Memantau pertumbuhan folikel. Folikel adalah cairan yang berisi sel telur di indung telur. Pemantauan ini dilakukan melalui ultrasonografi. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah kondisi sel telur sudah cukup matang atau belum.
  • Membuat sel telur matang. Obat disuntikkan untuk membuat sel telur matang dan siap di panen. Jika sel telur telah siap, maka sel telur akan diambil dan di proses di laboratorium.
  • Mengambil sperma. Sperma biasanya didapat melalui proses mastrubasi. Namun, jika terjadi masalah, maka sperma akan di dapat melalui operasi. Pengambilan sperma diambil di hari yang sama.
  • Pembuahan. Proses pembuahan sel telur ini akan di lakukan di media kultur yang dilakukan di dalam laboratorium.
  • Mengembalikan embrio ke rahim. Setelah embrio terbentuk, embrio akan dikembalikan ke dalam rahim agar kehamilan dapat terjadi di rahim calon ibu.
  • Fase luteal. Agar kehamilan dapat sukses, maka dokter akan memberikan obat untuk mempertahankan dinding rahim calon ibu.
  • Simpan beku. Jika ada embrio yang tersisa, maka akan disimpan untuk di gunakan di kehamilan selanjutnya. (IKS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here