Tahapan Terkena Emboli Air Ketuban saat Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menurut para ahli banyak yang berpendapat bahwa kondisi emboli air ketuban ini tidak dapat di hindarkan. Karena pada saat persalinan jika selaput ketuban pecah dan pembuluh darah ibu terutama vena yang terbuka. Akibat tekanan tinggi air ketuban beserta komponennya kemungkinana akan masuk kedalam sirkulasi darah. Selanjutnya air ketuban tersebut akan menyumbat pada pembuluh darah di paru-paru ibu. Tetapi jika sumbatan diparu-paru meluas maka lama kelamaan dapat menyumbat aliran darah ke jantung. Akibatnya akan timbul gangguan pada jantung dan paru-paru. Contoh pada tahun 1996, mengemukakan bahwa untuk dapat menjelaskan kerusakan yang terjadi pada kasus emboli air ketuban ini

Patofisiologis emboli air ketuban terjadi karena ada dua fase seperti:

  1. Fase pertama adanya air ketuban beserta komponennya memasuki sirkulasi darah  dan adanya mediator biokimiawi yang dikeluarkan oleh tubuh kemudian terjajdi vasospasme arteri paru-paru dan terjadi hipertensi pembuluh  darah dari paru-paru adanya kenaikan tekananventrikel kanan akan terjadi hipoksia kemudia terjadi kerusakan otot jantung dan gagal jantung kiri terjadilah kegagalan pernapasan.
  2. Fase kedua yaitu adanya mediator biokimiawi gangguan pembekuan darah fase pendarahan yang ditandai dengan pendarahan dan akan hilangnya kontraksi rahim.

Secara umum insiden ini terjadi antara 1 dalam 8000 sampai 1 dalam 80000 kehamilan. Di Amerika emboli air ketuban ini menempati 10 persen dari penyebab kematian ibu. Sedangkan di Inggris persentasenya berkisar 16 persen. Sebagian besar memang penderita emboli air ketuban ini yang selamat akan menderita gangguan neurologis. Emboli air ketuban ini terjadi saat persalinan. Bauk normal mauoun melalui tindakan pembedahan seperti caesar. Pada saat ibu sedang sedang dalam kondisi masa persalinan memang terdapat banyak risiko untuk terjadi air ketuban karena banyak pembuluh darah balik yang memang dalam kondisi terbuka yang kemungkinan besar  dapat dimasuki air ketuban kedalam sirkulasi darahnya dan akan menyumbat pembuluh darah balik.

Ada beberapa faktor yang memang sangat berisiko dalam terjadinya emboli air ketuban seperti:

  1. Meningkatnya usia ibu hamil
  2. Multiparitas (banyak anak)
  3. Adanya mekonium saat dilakukan pemeriksaan dalam
  4. Terdapat laserasi serviks
  5. IUFD (kematian janin saat didalam kandungan)
  6. Persalinan singkat
  7. Plasenta akreta
  8. Air ketuban yang berjumlah banyak
  9. Robekan pada rahim
  10. Ibu hamil dengan riwayat alergi atau atopi pada ibu
  11. Adanya infeksi pada selaput letuban
  12. Abayi dengan berat badan besar

Oleh sebab itu kondisi emboli air ketuban ini memang tidak dapat dihindari. Lebih dari 50% pasien dengan emboli air ketuban ini mengalami kematian dalam satu jam pertama. Dan sekitar 50% pasien yang selamat akan tetapi mengalami gangguan pembekuan darah (DIC) yang timbul sebagai pendarahan dari rahim atau luka pada  operasi. Proses ini berlangsung sangat cepat sekitar 1 jam sesudah ibu melahirkan. Nyawa ibu yang mengalami emboli air ketuban initidak kan dapat tertolong, dan muncul secara tiba-tiba tanpa dugaan kasus ini. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here