Tahi Lalat Sebagai Indikasi Awal Kanker Kulit

SehatFresh.com – Melanoma adalah salah satu bentuk kanker kulit yang kemunculannya ditandai dengan lesi berpigmen yang menyerupai tahi lalat. Melanoma muncul dari sel-sel kulit khusus yang disebut melanosit, yang menghasilkan warna (pigmen) di kulit. Dalam istilah kedokteran, tahi lalat disebut dengan nevus pigmentosus. Tahi lalat adalah tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada tubuh manusia.

Umumnya, tahi lalat bersifat jinak. Namun, tahi lalat juga dapat berubah sifat menjadi ganas dan menjadi kanker kulit (melanoma maligna). Jenis kulit dan paparan sinar ultra violet matahari menjadi  faktor risiko utama perkembangan melanoma maligna. Ciri khas tahi lalat adalah berwarna gelap, sebagian memiliki ukuran menetap, namun sebagian lain terus membesar ukurannya. Umumnya, perkembangan ukuran ini dipicu oleh paparan sinar matahari berlebih.

Meski mirip dengan tahi lalat, melanoma memiliki karakteristik yang berbeda dari tahi lalat. Mengetahui perbedaan antara tahi lalat dan melanoma sangatlah penting guna mengetahui kemungkinan perkembangan melanoma. Lima karakteristik yang membedakan hal ini diwakili oleh “ABCDE”, di mana A untuk asymmetry, B untuk border, C untuk color, D untuk diameter dan E untuk evolution.

  • Asymmetry (ketidaksimetrisan)

Tahi lalat normal umumnya berbentuk bulat dan simetris, namun jika bentuknya berkembang menjadi tidak beraturan atau tidak simetris, mungkin itu adalah gejala melanoma.

  • Border (batas)

Batas atau tepian tahi lalat normal umumnya halus dan tegas. Sedangkan, melanoma biasanya memiliki batas tidak teratur dan terlihat kabur. Bila batas tahi lalat berubah menjadi tidak beraturan dan bergerigi, maka patut dicurigai sebagai melanoma.

  • Color (warna)

Tahi lalat normal biasanya hanya satu warna. Bila tahi lalat berkembang menjadi beberapa warna seperti coklat muda hingga semakin gelap menghitam, ini bisa mengindikasikan melanoma.

  • Diameter (diameter)

Kebanyakan melanoma berukuran lebih dari 6 milimeter, sekitar sebesar diameter pensil. Bila Anda mendapati adanya tahi lalat yang berukuran lebih dari 6 milimeter, segeralah lakukan pemeriksaan medis.

  • Evolution (evolusi)

Dalam hal ini, evolusi merujuk pada perubahan, di mana tahi lalat normal umumnya tidak berubah dan bila berupah pun terjadi perlahan selama bertahun-tahun. Sebaliknya, melanoma dapat berubah agak cepat, baik dalam hal ukuran, bentuk, warna atau cara lain seperti menjadi ulserasi atau mulai gatal.

Melanoma adalah kanker yang berpotensi mematikan, yang biasanya menunjukkan beberapa atau semua perubahan ABCDE ini. Tahi lalat pada dasarnya tidak berbahaya, namun ada kemungkinan berubah menjadi melanoma. Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal. Karena deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan penanganannya.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY