Tahukah Anda Bagaimana Posisi Jatuh yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat pembaca, tahukah Anda bagaimana jika ibu hamil jatuh? Semua orang pasti mengatakannya bahaya. Tapi semua ini kembali lagi pada kekuatan rahim Sang Ibu. Beberapa diantaranya, ada banyak ibu hamil yang tetap bekerja dan beraktivitas tanpa adanya gangguan. Tapi sedini mungkin, ada baiknya kita memahami akan bagaimana posisi jatuh yang bahaya bagi ibu hamil.

Posisi Jatuh yang Berbahaya

Semua wanita yang mengalami kehamilan, keseimbangan tubuhnya memang sedikit terganggu akibat beban tubuh yang bertambah secara drastis. Ada beberapa posisi jatuh yang sebisa mungkin dihindari oleh para ibu hamil, demi menjaga Sang Buah Hati sebagai berikut:

  • Posisi terduduk. Jatuh dalam posisi duduk akan mengakibatkan posisi beban tubuh bertumpu pada tulang belakang. Apalagi jika kondisi ini terjadi saat Sang Ibu sudah hamil tua tau memasuki masa (trimester ketiga). Jatuh terduduk pada usia kehamilan ini sangat berisiko menyebabkan ketuban pecah terlebih dahulu sebelum waktunya, hal ini mengakibatkan terjadinya kelahiran prematur. Bila tulang belakang cedera akibat jatuh, mungkin kita akan mengalami kesulitan ketika mengejan saat melahirkan.
  • Posisi tengkurap. Jatuh dalam posisi tengkurap membuat ibu hamil secara langsung mengalami benturan dan tekanan di bagian perut. Jika benturan yang dialami tidak begitu keras, maka tidak akan berdampak apapun bagi buah hati Anda. Tap jika  benturannya begitu parah, justru dapat menyebabkan terlepasnya plasenta dari dinding rahim (solusio plasenta) yang mengakibatkan terjadinya perdarahan pada ibu hamil, bahkan bisa terjadi terminasi (pengakhiran) kehamilan. Jatuh pada posisi tengkurap ialah yang paling bahaya.
  • Posisi telentang. Jatuh dalam posisi telentang merupakan posisi jatuh yang paling tidak berbahaya bagi ibu hamil karena perut ibu tidak langsung berbenturan dengan lantai atau apapun dibawahnya

Wspadai Tanda-tanda Setelah Jatuh

Perihal yang perlu diwaspadai setelah jatuh ialah saat ibu hamil mulai mengalami tanda-tanda sebagai berikut:

  • Terasa nyeri yang kian lama kian parah
  • Perut terasa mulas dalam waktu lam
  • Gerakan janin terasa mulai berkurang dari hari-hari biasanya
  • Keluar bercak lendir bercampur darah dari vagina
  • Terjadinya perdarahan dari vagina berisi gumpalan darah dan jaringan

Apabila setelah jatuh Anda merasakan hal-hal yang demikian, segera lah periksa ke dokter. Setelah jatuh, biasanya ibu hamil akan mengalami perubahan keseimbangan tubuh dan sulit berdiri tegak karena tumpuan perut yang besar sehingga harus segera berteriak minta tolong pada orang-orang terdekat. Memang posisi jatuh mempengaruhi kondisi kehamilan. Tapi apabila jatuhnya hanya ringan, ada baiknya Sang Ibu tetap ringan, sebab kepanikan justru membuat adanya kontraksi rahim. Kontraksi rahim yang berlebihan juga akan mengakibatkan adanya perobekan pada ketuban dan anak bisa lahir dengan umur yang masih prematur. (MLS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here