Tahukah Anda Teratogen Jahat Perusak Janin?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apa itu teratogen? Kata ini berasal dari bahasa Yunani teratos, yang berarti monster. Teratogen adalah suatu agens yang bekerja selama masa perkembangan janin untuk menimbulkan perubahan permanen bentuk atau fungsi. Teratogen yang saat ini diketahui antara lain adalah zat kimia, obat, agen lingkungan, virus dan faktor fisik. Wanita sering kali mengkonsumsi obat-obatan sewaktu hamil. Sebuah studi terhadap hampir 900 pasien pranatal di Michigan, menunjukkan bahwa setiap wanita rata-rata menerima 3 resep untuk obat selain vitamin.

Obat-obat yang sering digunakan adalah antihistamin, analgesik, antimikroba, antiemetik, antisid, antihipertensi, obat penenang, hipnotik dan diuretik. Cukup banyak wanita hamil yang juga menyalahgunakan obat-obat terlarang selama kehamilan mereka. Sebuah studi oleh Vega dkk. menunjukkan bahwa 5,2% dari 29.494 wanita yang datang untuk melahirkan di 202 rumah sakit di California pernah menggunakan satu bahkan lebih obat-obat terlarang, termasuk benzodiazepin, kanabinoid, kokain, amfetamin, barbiturat, metadon, opiat atau fensiklidin. Sebanyak 6,7% lainnya mengonsumsi alkohol, dan 8,8% merokok sebelum melahirkan.

Penyebab janin terkena teratogen?

Kenapa mereka yang ingin hamil harus paham tentang teratogen? Karena seringkali seorang wanita baru menyadari bahwa dia hamil setelah beberapa minggu. Padahal fase embrio yang berlangsung sejak janin berusia sekitar 3-8 minggu merupakan fase yang paling kritis. Apabila teratogen datang pada fase embrio, maka cukup besar kemungkinan janin akan mengalami kecacatan.

  1. Stres pada ibu

Ibu yang mengalami kecemasan tinggi lebih beresiko melahirkan secara prematur, kelahiran prematur sering menimbulkan masalah pada bayi. Emosi ibu yang meledak-ledak juga telah terbukti dapat ‘ditularkan’ oleh ibu kepada janinnya lewat perubahan pernapasan dan perubahan hormon. Oleh karena itu, ibu hamil yang pemarah seringkali memiliki anak yang cenderung mudah tersinggung dan sulit diatur, sementara ibu hamil yang selalu sedih sering memiliki anak yang terus murung.

  1. Usia ibu

Banyak ahli yang menyarankan agar kehamilan terjadi antara usia 20-35, karena kualitas sel telur semakin menurun ketika usia wanita semakin tua. Salah satu resikonya yaitu melahirkan bayi yang mengalami Down Syndrome. Namun jika ibu adalah orang yang pola hidupnya sehat, maka resiko tersebut akan menurun dan masa sehat sistem reproduksinya cenderung lebih panjang.

  1. Konsumsi alkohol

Ibu yang sering mengkonsumsi alkohol baik sebelum atau selama hamil bisa menyebabkan masalah yang sangat berat pada bayi yang dilahirkan termasuk cacat pada bentuk wajah, lengan, kaki dan jantung. Selain itu alkohol juga bisa menyebabkan cacat pada organ dalam tubuh, masalah keterbelakangan mental, dan masalah janin yang terlahir sangat kecil. Kondisi ini sangat tidak umum pada bayi sehingga menyebabkan masalah ketika bayi tumbuh menjadi anak-anak. Hal ini dikarenakan anak bisa mengalami masalah tingkah laku dan gangguan fungsi otak.

  1. Paparan radiasi

Paparan sinar radiasi dari mesin radioterapi, x-ray, dan beberapa jenis sumber sinar yang menyebabkan radiasi juga bisa menyebabkan bayi terlahir cacat. Dalam prosedur medis biasa dokter sangat melarang ibu hamil mendapatkan perawatan atau pemeriksaan yang menggunakan sinar x. Sinar X ini bisa menyebabkan masalah cacat pada bayi seperti penyebab bibir sumbing pada janin, kelainan pada kaki dan tangan, kebutaan, spina bifida, dan kelainan otak seperti mikrosefali.

  1. Obat-obatan

Obat-obatan yang dimaksud yaitu narkoba. Kokain, mariyuana, heroin dan teman-temannya terbukti menyebabkan berbagai gangguan pada janin seperti perkembangan motorik buruk, gangguan tidur, lingkar kepala lebih kecil, dll. Ada pula masalah-masalah psikologis yang dialami seperti kecerdasan yang rendah, kesulitan memusatkan atensi dan konsentrasi, dan berbagai problem perilaku.

  1. Faktor ayah

Jangan salah, ayahpun pegang peranan. Laki-laki yang banyak bergelut dengan pestisida, zat kimia, dan radiasi beresiko memiliki sperma yang abnormal, sehingga anak mempunyai resiko mengalami kanker. (KKM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here