Tambal Amalgam Gigi Bahayakan Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sakit gigi karena gigi berlubang dapat menyerang kapan saja, termasuk ketika Anda sedang hamil. Terlebih bila Anda sebelum kehamilan telah memiliki gigi berlubang dan saat hamil gemar mengkonsumsi makanan manis tapi malas merawat gigi. Gigi berlubang bisa berakibat cukup fatal bagi kesehatan janin dalam kandungan, karena bakteri pemicu sakit gigi dapat memasuki aliran darah dan menginfeksi plasenta. Oleh karenanya, bila mendapati gigi berlubang sebaiknya segera lakukan perawatan ke klinik gigi. Gigi berlubang umumnya ditangani dengan penambalan. Tapi, amankah tambal gigi saat hamil?

Kehamilan bisa dibilang merupakan periode penuh pantangan. Sebisa mungkin ibu hamil harus mengurangi paparan bahan kimia dari lingkungannya. Dalam kasus gigi berlubang, penambalan gigi adalah solusi terbaik karena bila dibiarkan justru efeknya bisa lebih membahayakan kehamilan, seperti lahir prematur, berat badan lahir rendah dan bahkan keguguran. Namun, saat pemeriksaan gigi, penting untuk memberi tahu dokter bahwa Anda sedang hamil. Pasalnya, tak semua bahan yang digunakan untuk tambalan gigi aman bagi kehamilan. Salah satunya amalgam yang dikhawatirkan oleh para ilmuwan dapat meningkatkan risiko autisme dan cacat lahir pada janin.

Tambalan amalgam sudah digunakan sejak ratusan lalu. Jenis tambalan ini pun banyak dipilih karena harganya yang terjangkau dan tahan lama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, amalgam diduga berpotensi membahayakan kesehatan karena memiliki kandungan merkuri. Ketika dilakukan penambalan amalgam, proses peletakan tambalan, pemolesan tambalan, pengunyahan makanan, dan saat penambalan dibongkar dapat menimbulkan uap merkuri yang tanpa disadari tertelan dan menjadi endapan racun dalam tubuh.

Memang dampak merkuri dalam amalgam ini masih kontroversi. Tapi, tetap saja tambalan amalgam perlu jadi perhatian bagi ibu hamil mengingat merkuri adalah salah satu racun yang membahayakan kesehatan jika jumlahnya terakumulasi dalam darah. Keracunan merkuri baru muncul setelah jangka waktu yang lama. Pada ibu hamil khususnya, merkuri dapat mengalir ke plasenta dan efeknya lebih rentan terhadap janin ketimbang orang dewasa. Bahkan, di beberapa negara Eropa, penggunaan amalgam sudah dilarang.

Karena banyanya ini, para dokter menyarankan agar para ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan yang memiliki masalah gigi berlubang agar segera mengganti tambalan amalgamnya dengan bahan tambalan lain, seperti GIC (glass ionomer cement) dan composite. Selain lebih aman, kedua bahan tersebut juga lebih baik secara estetika karena warnanya menyerupai gigi asli. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here