Tanda Anak Harus Dibawa Ke Dokter Setelah Terjatuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi anak-anak, bermain adalah hal yang paling menyenangkan. Selain itu,  di usia anak-anak, mereka suka bermain dengan mencoba banyak hal baru. Tidak terkecuali memanjat sesuatu yang letaknya tinggi. Hal ini terkadang membuat mereka berdebam jatuh ke lantai atau ke tanah. Tidak hanya tubuh, terkadang kepala mereka pun mengalami luka. Tidak hanyak anak-anak, bayi yang sedang belajar merangkak atau berjalan pun terkadang jatuh dan kepalanya membentur benda di dekatnya.

Adanya luka di kepala membuat darah keluar dengan volume yang lebih banyak jika dibandingkan dengan darah yang keluar jika ada luka di bagian tubuh ainnya. Hal ini bisa terjadi, karena pembuuh darah yang berada di sekitar kepala jumlahnya lebih besar dibanding organ tubuh lain. Jadi tidak heran jika volume darah yang keluar kan lebih banyak.

Volume darah yang keluar sangat banyak jelas membuat anak atau bayi Anda kehilangan banyak darah. Hal ini jelas membuat anak harus segera mendapat penanganan dari dokter. Selain untuk membersihkan luka, penanganan ini juga berguna untuk menutup luka secepatnya agar darah tidak lagi keluar.

Untuk anak dibawah dua tahun, cenderung memiliki resiko cidera kepala yang lebih sulit diperiksa. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan orangtua untuk melakukan CT Scan terhadap anaknya, bila resiko cidera sedang sampa tinggi.

Resiko cidera bisa dibilang sedang jika setelah kepala terbentur dengan keras, anak menjadi rewel, lemas, mual dan muntah yang berulang hingga tiga sampai lima kali, terjadinya penurunan kesadaran kurang dari satu menit, dan adanya benjolan besar di area kepala yang terbentur.

Sedangkan, resiko cidera akan dianggap tinggi jika setelah mengalami benturan anak mengalami penurunan kesadaran lebih dari satu menit, timbul gejala kelainan pada syaraf, anak menjadi gelisah atau rewel, perubahan bentuk tulang, patah tulang, kejang, dan muntah lebih dari lima kali atau lebih dari enam jam.

Untuk anak udia di atas dua tahun, masih tergolong sulit diperiksa, sehingga memutuhkan tindakan observasi. Tindakan observasi ini dilakukan di 24 jam pertama setelah terjadi benturan. Observasi ini dilakukan dengan memerhatikan tingkat kesaran apakah turun atau tidak, mengalami sakit kepala, mual dan muntah berulang, kejang, dan kelumpuhan.

Untuk tindakan selanjutnya akan dilakukan CT Scan apabila didapati anak yang terbentur mengalami gejala patah dan atau retak pada tulang, kesarannya tidak penuh, dan adanya perubahan sikap.

Gejala lain yang menandakan anak harus segera di bawa ke dokter ialah apabila anak kehilangan kesadaran pasca terjaid benturan, mengeluhkan beban berat di daerah kepala, dan keluarnya darah dari hidung atau telinga. (IKS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here