Tanda dan Gejala Bacterial Vaginosis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bacterial vaginosis merupakan infeksi pada organ reproduksi wanita yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya di dalam vagina terjadi ketidakseimbangan jumlah bakteri karena adanya pertumbuhan bakteri yang abnormal.

Normalnya, jumlah bakteri baik dan bakteri jahat dalam vagina berjumlah sama atau lebih banyak bakteri baik sehingga dapat membunuh bakteri jahat yang dapat menginfeksi vagina. Selain itu, bakteri baik juga berfungsi untuk menjaga pH vagina tetap dalam kadar normal.

Namun, pada wanita yang terkena bakterial vaginosis terjadi pertumbuhan bakteri jahat yang melebihi bakteri baik dan menginfeksi vagina. Seseorang yang sudah terinfeksi bacterial vaginosis ini memiliki kemungkinan terkena lebih dari satu tipe infeksi yang bisa tumbuh di vagina, dan dalam waktu yang bersamaan.

Menurut para ahli, ketidakseimbangan populasi bakteri tersebut belum diketahui penyebabnya. Tetapi ada beberapa kemungkinan yang dapat meningkatkan risiko anda terhadap bacterial vaginosis seperti memiliki pasangan seksual lebih dari satu, menggunakan alat semprot untuk membersihkan daerah vagina, dan merokok.

Selain risiko di atas, anda dapat mengetahui apakah terkena bacterial vaginosis atau tidak dengan mengetahui tanda dan gejalanya. Meliputi:

  1. Keputihan yang abnormal

Tanda yang paling umum adanya infeksi bacterial vaginosis adalah keputihan yang berbau busuk. Keputihan yang muncul biasanya berupa cairan kental dan terlihat berbusa. Warna dari keputihan ini, cenderung putih seperti susu dan keabu-abuan, terkadang juga kuning. Juga berbau amis, apalagi jika setelah berhubungan seksual, maka bau dari keputihan tersebut akan semakin menyengat. Selain bacterial vaginosis, ada beberapa jenis penyakit kelamin menular lainnya yang dapat menyebabkan keputihan abnormal pada vagina.

  1. Gatal dan iritasi pada vagina

Selain keputihan yang abnormal. Tanda lain dari bacterial vaginosis yang cukup menganggu kenyamanan anda yaitu adanya gatal dan iritasi pada vagina. Tidak hanya membuat anda merasa kurang nyaman, biasanya juga akan membuat vagina anda terasa menyakitkan, yang umumnya terjadi akibat iritasi, infeksi atau karena wanita sudah mencapai pada masa menoupause.

  1. Nyeri saat buang air kecil

Nyeri saat buang air kecil ini biasanya ditemukan pada wanita yang mengalami infeksi saluran kandung kemih. Dimana disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu bakterinya adalah bacterial vaginosis. Sehingga wanita yang vaginanya terinfeksi bacterial vaginosis maka juga akan mengalami nyeri ketika buang air kecil.

Pada beberapa wanita yang terkena bacterial vaginosis tidak menunjukan adanya gejala-gejala di atas, tetapi akan lebih baiknya anda melakukan beberapa tes dan uji laboratorium di Rumah Sakit agar dapat mendiagnosis keluhan anda. Anda juga dapat mengonsultasikan pada dokter apabila tanda-tanda di atas muncul pada diri anda. Sehingga dokter dapat memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat pada anda. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY