Tanda dan Gejala Ibu Melahirkan Alami Baby Blues

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menurut Fonda Kuswandi, S.Psi menyatakan bahwa ibu akan mengalami penurunan hormon kehamilan setelah melahirkan dan setelah itu diganti dengan hormon menyusui akibat dari perubahan tersebut akan menimbulkan efek negatif pada ibu, salah satunya ibu akan beresiko mengalami baby blues. Baby blues merupakan suatu kondisi dimana ibu mengalami gangguan psikologis berupa sedih, cemas dan emosi meningkat setelah melahirkan.

Menurut para ahli menyatakan bahwa penyebab terjadinya baby blues dikarenakan ibu mengalami perubahan hormonal seperti penurunan hormon estrogen dan progesteron secara drastis, perubahan fisik seperti rasa sakit pada jalan lahir, perubahan psikis seperti rasa kecewa serta kurangnya perhatian dari suami dan perubahan sosial seperti peran sebagai ibu yang memerlukan waktu untuk adaptasi.

Berikut beberapa tanda dan gejala ibu mengalami Baby Blues?

  1. Tidak tertarik pada bayi yang baru dilahirkannya sehingga engan untuk merawatnya.
  2. Ibu yang mengalami baby blues apabila bayinya menangis atau muntah tanpa disadari sang ibu memarahi bayinya. Dalam situasi ini ibu akan lebih sensitve, mudah tersinggung dan mudah marah karena status emosinya labil.
  3. Ibu baby blues akan merasa bosan karena setiap harinya hanya dihapadkan dengan merawat dan mengasuh bayinya, karena aktivitas tersebut hanya merepotkannya saja.
  4. Ibu memiliki rasa kurang percaya diri.
  5. ibu akan merasakan cepas yang berlebihan.
  6. Ibu akan mengalammi kesulitan untuk tidur atau istirahat.
  7. Hilangnya perasaan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan karena ibu sulit merasa bahagia.
  8. Ibu akan merasa takut da;am berbagai hal
  9. Ibu akan mengalami kenaikan berat badan yang disertai dengan makan berlebih atau ibu akan mengalami penurunan berat badan yang disertai dengan sulit makan.
  10. Rasa sedih yang membuat ibu sering menangis. Apabila kondisi seperti ini tidak segera teratasi maka menimbulkan masalah baru yang mengarah terjadinya depresi pada ibu.

Menurut para ahli baby blues terjadi 50% sampai 80% terjadi pada wanita yang belum siap menjadi ibu. Kondisi ini biasanya terjadi 14 hari pasca melahirkan dan akan memburuk pada hari ke 3 dan 4 pasca melahirkan. Baby blues hanya bersifat sementara karena secara teori pun setelah ibu melahirkan ibu akan mengalami perubahan psikologi.

Perubahan psikologi tersebut dibagi menjadi tiga, perubahan psikologi yang pertama yaitu perubahan “taking in” dimana kondisi ini terjadi pada hari pertama sampai 2 hari. Perubahan psikologi yang kedua yaitu perubahan “taking hold” dimana kondisi ini terjadi pada hari ke-2 dan akan hilang pada hari ke-4. Perubahan psikologi yang ketiga yaitu perubahan “leting go”, dimana perubahan ini terjadi pada hari ke 4 dan akan menghilang pada hari ke-14 pasca melahirkan.

Kondisi ini biasa terjadi pada ibu primipara, tetapi tidak menutup kemungkinan hal ini bisa terjadi pada wanita multipara. Secara fisiologis perubahan psikologis ini akan terjadi pada ibu post partum, tetapi jika kondisi ini tidak segera diatasi dikhawatirkan akan berkembang menjadi post partum depression (PPD) atau depresi post partum yang tentunya akan lebih membahayakan lagi. Apabila ibu sudah mengalami depresi post partum ibu akan mengalami penolakan terhadap kenyataan seperti ibu tidak peduli kepada bayinya dan ibu merindukan masa lajangnya. Kondisi yang lebih parah lagi bisa membahayakan nyawa ibu dengan cara ibu melakukan bunuh diri. Untuk mencegah hal tersebut ibu bisa melakukan olahraga ringa, bercerita dengan oranglain, istirahat yang cukup, asupan nutrisi yang baik, bersikap fleksibe. Selain itu peran suami dan keluarga dapat membantunya dengan cara memberikan dukungan pada ibu dan membantu ibu dalam merawat bayinya. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here