Tanda, Gejala dan Penyebab Penyakit Bell’s Palsy

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bell’s Palsy merupakan salah satu penyakit yang menyerang saraf. Penyakit Bell’s Palsy dapat mengakibatkan kelumpuhan otot, salah satunya pada wajah. Penyakit ini dapat menyebabkan wajah asimetris, karena salah satu sisinya tampak mencong. Lantas apa penyebab dan gejala penyakit Bell’s Palsy?

Penyebab penyakit Bell’s Palsy

Orang yang mengidap penyakit ini, umumnya hanya salah satu sisi wajah yang bisa tersenyum. Di lain sisi hanya satu mata saja yang bisa menutup. Penyebab penyakit Bell’s Palsy bisa diakibatkan dari proses peradangan saraf, sehingga mengontrol otot-otot salah satu sisi wajah. Bell’s Palsy juga bisa diakibatkan infeksi virus, sehingga merusak saraf.

Penyakit ini bisa menyerang semua golongan usia, baik wanita ataupun pria. Kelumpuhan saraf ini umumnya hanya bersifat sementara, yakni beberapa hari atau beberapa minggu. Kemudian penderita dapat kembali pulih, setelah mendapatkan penangan medis.

Namun jika berbulan-bulan tidak ada perubahan, maka kelumpuhan saraf tersebut bisa dikategorikan dalam tahap yang cukup berbahaya dan membutuhkan penanganan yang lama. Bisa juga kerusakan saraf yang terjadi bukanlah dalam kategori Bell’s Palsy, namun lebih kepada penyakit stroke.

Gejala penyakit Bell’s Palsy

Penyakit Bell’s Palsy memiliki tanda-tanda khusus. Awalnya penyakit ini akan terjadi secara tiba-tiba, yang mengakibatkan kelumpuhan ringan atau total pada salah satu sisi wajah. Akibatnya penderita akan kesulitan tersenyum hingga kesulitan menutup salah satu kelopak mata. Wajah penderita jadi sulit berekspresi karena melorot.

Tanda-tanda lainnya muncul rasa nyeri di belakang telinga atau sekitar rahang pada salah satu sisi wajah. Meningkatnya sensitivitas terhadap suara, hingga terkadang timbul pula rasa nyeri di kepala. Kemampuan indera pengecap (lidah) akan mengalami penurunan. Jumlah liur dan air mata juga mengalami penurunan.

Penyakit Bell’s Palsy apabila tidak segera ditangani bisa saja menyebabkan komplikasi bagi penderita. Komplikasi terburuk yang bisa muncul antara lain kerusakan saraf pada wajah, sehingga tidak dapat pulih normal kembali. Akibat pertumbuhan saraf tidak normal, maka pergerakan wajah tidak terkontrol.

Penanganan bagi penderita Bell’s Palsy

Penanganan medis sangat dibutuhkan bagi penderita penyakit Bell’s Palsy. Segera memeriksakan diri ke dokter spesialis, apabila terdapat tanda-tanda mirip Bell’s Palsy di wajah. Dokter spesialis umumnya akan memeriksa wajah sekaligus meminta pasien melakukan beberapa gerakan. Gerakan-gerakan itu seperti mengangkat alis, menutup mata, memperlihatkan gigi, hingga mengerutkan wajah.

Selain itu dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan radiologi dan EMG guna melihat apakah telah terjadi kerusakan saraf. Apabila benar-benar ada kerusakan saraf, langkah berikutnya adalah menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang bisa saja timbul akibat kelemahan otot wajah tersebut.

Penanganan yang dilakukan medis untuk mengatasi Bell’s Palsy umumnya dengan memberikan obat-obatan serta melakukan fisioterapi. Dengan menjalani fisioterapi dan mengkonsumsi obat-obatan, diharapkan proses pemulihan bisa berjalan lebih maksimal. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here